Sebuah Analisis Struktur Tentang Kontruksi

Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam sebuah analisis struktur tentang kontruksi. Kontruksi sendiri adalah sebuah kegiatan yang memiliki tujuan untuk menghasilkan suatu bangunan fisik yang memenuhi syarat dan suatu persyaratan sebuah ruang lingkup pekerjaan tertentu yang dilakukan beberapa orang atau beberapa kelompok. Kemudian kontruksi sendiri terbagi menjadi beberapa struktur. Mulai dari Sistem struktur dengan kontruksi baja, struktur organisasi dan struktur statis tertentu dan tidak tertentu. Pada analisis struktur konstruksi, biasanya pengaruh rangkak dan perpendekan aksial elastik akibat beban gravitasi tidak diperhitungkan, padahal pada kenyataannya hal tersebut terjadi.

Untuk itu perlu dilakukan suatu analisis struktur yang dapat lebih mewakili kondisi yang sebenarnya yaitu analisis struktur dengan mempertimbangkan tahapan pelaksanaan konstruksi, pengaruh rangkak dan perpendekan aksial elastik.

Dalam menganalisis sebuah struktur, biasanya digunakan model struktur tanpa mempertimbangkan tahapan-tahapan pelaksanaan konstruksi. Model struktur dibebani secara langsung dengan beratnya sendiri dan beban gravitasi lainnya dengan menganggap bahwa beban-beban ini tidak bekerja berdasarkan tahapan pelaksanaan konstruksi. Akan tetapi cara ini tidaklah sesuai dengan apa yang terjadi pada kenyataan.

Sistem Struktur Dengan Kontruksi Baja

analisis struktural

Hampir semua sistem konstruksi baja berat terbuat dari elemen linier memanjang dalam satu arah. Berbagai profil cross-sectional dengan lebar flange baja tersedia dalam berbagai ukuran dapat digunakan. Jumlah ukuran penampang memungkinkan fleksibilitas dalam desain balok elemen-dan-kolom. Meskipun hubungan sederhana (sendi) yang biasa digunakan dalam sistem ini, kita dapat dengan mudah membuat jalur persimpangan yang mampu menanggung saat ini. Struktur poin rangka hubungnya mampu menanggung saat ini, memiliki ketahanan terhadap beban lateral cukup besar. Juga stabilitas lateral dapat ditingkatkan dengan menggunakan dinding geser atau elemen bracing diagonal.

Sebagian besar struktur dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga golongan berikut:

analisis struktural konstruksi

  1. Balok (beam)

Balok adalah suatu batang struktur yang hanya menerima beban tegak saja, dan dapat dianalisa secara lengkap apabila diagram gaya geser dan diagram momennya telah diperoleh.

  1. Kerangka kaku (rigid frame )

Kerangka kaku adalah suatu struktur yang tersusun dari batang-batang yang dihubungkan dengan sambungan kaku. Ia dapat dianalisa secara lengkap apabila telah diperoleh variasi gaya geser, gaya aksial dan momennya di sepanjang rentangan seluruh batang.

  1. Rangka batang (truss)

Sedangkan rangka batang adalah suatu struktur yang seluruh batangnya dianggap dihubungkan dengan sendi. Sehingga gaya geser dan momen pada seluruh batangnya dihilangkan, dan dapat dianalisa secara lengkap apabila gaya aksial (axial forces) di seluruh batang telah diperoleh.

Metode analisis struktur tentang kontruksi

analisis struktur konstruksi

Sebelum membahas metode, kita terlebih dahulu harus mengetahui prinsip dalam analisis struktur yang terbagi menjadi 3 yaitu::

  1. Prinsip keseimbangan : berhubungan dengan gaya yang bekerja pada struktur
  2. Kondisi keselarasan (Compatibility conditions) : berhubungan dengan lendutan / perpindahan struktur
  3. Hubungan gaya – perpindahan : karakteristik penampang (E, I, A) yang menghubungkan perilaku gaya dan perpindahan pada struktur.

Metode dalam sebuah analisis struktur sendiri dibagi menjadi dua, yaitu analisis struktur statis tertentu serta struktur statis tak tentu.

Pada struktur statis tertentu, persamaan keseimbangan digunakan untuk mencari gaya reaksi tumpuan dan gaya dalam, kemudian hubungan gaya perpindahan dan kondisi kompatibilitas digunakan untuk menentukan perpindahan/lendutan struktur.

Pada struktur statis tak tentu, persamaan keseimbangan saja tidak dapat digunakan untuk menentukan gaya reaksi dan gaya dalam. Ketiga prinsip dasar diatas harus digunakan bersama-sama untuk dapat menentukan gaya reaksi dan gaya dalam yang terjadi.

By |2019-06-15T04:24:14+00:00June 15th, 2019|Blog|