Pengertian dari Balok Beton untuk Bangunan

Apa Anda tahu apa itu balok beton dalam konstruksi pada bangunan? Setiap bangunan terdiri atas bagian-bagian yang memiliki fungsi tertentu, tidak terkecuali juga balok. Elemen yang satu ini sangat berguna untuk menyangga lantai yang terletak di atasnya. Tidak hanya itu, ternyata balok juga memiliki peran sebagai penyalur momen menuju ke bagian kolom pada bangunan yang sedang dibuat.

Jenis-jenis Balok Beton

jenis balok beton

Ana pun sudah tahu apa itu balok beton dalam sebuah bangunan. Balok itu sendiri mempunyai karakter yanglentur. Dengan sifatnya yang demikian, maka dapat dikatakan bahwa balok merupakan elemen struktur dalam konstruksi  yang dapat diandalkan untuk menangani gaya geser dan momen lentur pada bangunan.

Dalam sebuah konstruksi bangunan, terdapat dua jenis balok beton, di antaranya:

1. Balok Beton Tanpa Tulangan

Sifat dan karakteristik dari beton itu sendiri yaitu kuat terhadap gaya tekan tetapi lemah terhadap kekuatan tarik. Oleh sebab itu, elemen yang satu ini pun ternyata bisa mengalami keretakan apabila beban yang dipikulnya menimbulkan tegangan tarik yang melebihi kuat tariknya dengan masa yang terlalu besar.

Apa hal yang terjadi jika sebuah bangunan dibuat dengan menggunakan  balok beton tanpa menggunakan tulangan yang dapat berguna untuk melakukantumpuan sederhana (sendi dan rol) di atas balok tersebut bekerja beban terpusat (P) serta beban merata (q)? Hal tersebut adalah momen luar sehingga balok akan melengkung ke bawah.

Sementara itu, pada balok yang melengkung ke bawah akibat beban luar ini pada dasarnya dapat ditahan oleh kopel gaya-gaya dalam yang berupa tegangan tekan dan tarik

Sehingga, pada bagian terpi atas tepatnya pada serat-serat balok akan terjadi penahanan tegangan tekan. Selain itu,n semakin ke bawah tegangan yang terjadi akan semakin kecil. Pun jika sebaliknya, pada serat-serat bagian tepi bawah akan menahan tegangan tarik, maka akan semakin kecil pula tegangan tariknya jika mengarah semakin ke atas.

Kemudain, pada tengah bentang atau yang disebut dengan garis netral,  serat-serat beton tidak mengalami tegangan sama sekali. Tegangan tekan dan tarik disimbolkan dengan huruf o.

Apabila beban diatas balok terlalu besar,  biasanya garis netral bagian bawah akan mengalami tegangan tarik cukup besar. Hal tersebut kemungkinan akan mengakibatkan retak pada beton pada bagian bawah. Kondisi tersebut dapat terjadi, terutama pada daerah beton yang memiliki momen besar. Misalnya,  pada lapangan atau juga tengah bentang.

2. Balok Beton dengan Tulangan

Jenis balok beton selanjutnya adalah balok beton dengan tulang. Maka, supaya dapat  menahan gaya tarik yang cukup besar pada serat-serat balok bagian tepi bawah, sangat perlu diberi baja tulangan.

Hal tersebut yang menyebabkan balok beton jenis ini disebut  “beton bertulang”.

Pada jenis balok beton bertulang ini, tulangan ditanam sedemikian rupa. Hal tersebut dimaksudkan supaya gaya tarik yang dibutuhkan untuk menahan momen pada penampang retak dapat ditahan oleh baja tulangan tersebut.

Fungsi Utama Beban Beton dan Tulangan

fungsi balok beton

Dari hal yang sudah dijelaskan mengenai apa itu balok beton, dapat diberi simpulan bahwa baik itu balok beton tulangan maupun yang bukan tulangan mempunyai fungsi atau tugas pokok yang berbeda. Hal itu pun sesuai dengan sifat bahan yang bersangkutan. Berikut ini adalah fungsi utana balok beton:

  • Menahan beban/gaya tekan pada bangunan.
  • Menutup baja tulangan agar tidak mudah berkarat.
  • Menahan gaya tarik, meskipun hal tersebut kuat terhadap gaya tekan.
  • Mencegah keretakan pada beton agar tidak melebar.
By |2019-08-29T06:48:48+00:00August 29th, 2019|konstruksi|