Pengertian Proyek Pembangunan Sipil Basah

Sebagai orang yang bergelut di bidang konstruksi bangunan, pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar apa itu sipil basah dalam didang tersebut. Istilah yang satu ini sudah sangat umum digunakan oleh beberapa orang yang memang bekerja dalam lingkup teknik sipil ataupun orang-orang yang sedang mengerjakan sebuah proyek di temapt-tempat tertentu. Lalu apa pengertian sipil basah itu sendiri?

Memaknai Apa Itu Sipil Basah di Bidang Konstruksi

pengertian sipil basah

Jika Anda mendengar kata “konstruksi”, pasti yang Anda bayangkan di benak adalah berupa gedung-gedung bertingkat, infrastruktur, rumah, dan bangunan-bangunan lainnya. Namun, apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar apa itu sipil basah?

Jika diartikan secara umum, sipil basah itu sendiri dikaitkan dengan keberadaan suatu bangunan atau suatu tempat yang dibangun di mana tiap sudut pembangunannya akan berinteraksi dengan tempat-tempat yang basah atau berair. Itulah yang menyebabkan konstruksi sipil tersebut diberi nama sipil basah.

Bangunan-bangunan sipil basah itu sendiri kebanyakan digunakan sebagai tempat untuk mendukung berbagai macam aktivitas masyarakat yang membutuhkan air dalam pembanguanannya. Misalnya untuk membuat bendungan, saluran irigrasi dan yang lainnya.

Pembuatuan bangunan tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dalam arti lain, butuh tenaga ahli di bidang konstruksi, khususnya pekerja jasa pernecanaan bidang konstruksi yang mampu melakukan pekerjaan sipil basah itu sendiri.

Beberapa Jenis Bangunan Sipil Basah

proyek bangunan sipil basah

Setelah mengetahui apa itu sipil basah senidiri, maka hal yang harus diketahui selanjutnya adalah mengenai beberapa jenis bangunan yang dilakukan dalam proyek sipil tersebut. Berikut ini adalah berbagai jenis bangunan yang masuk ke dalam kategori sipil basah:

1. Bendung

Bendung merupakan salah satu jenis bangunan kontruksi yang dibuat dalam proyek konstruksi sipil basah. Bangunan yang satu ini merupakan pembatas air atau sebagai perubah karakteristik air. Kemudian, air pun akan dialirkan kembali ke bagian saluran yang lain dan dapat difungsikan untuk saluran air jaringan untuk memberikan manfaat tertentu.

2. Bendungan

Proyek sipil basah selanjutnya adalah bendungan atau sering djuga disebut dam. Bangunan konstruksi yang satu ini adalah sebuah konstruksi yang dibangun yang bertujuan sebagai penahan laju air sehingga dapat menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi lainnya. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).

3. Waduk

Waduk merupakan sebuah bangunan proyek sipil basah yang digunakan sebagai untuk menampung air guna dapat difungsikan melalui saluran saluran buatan. Contohnya: Waduk Jatiluhur, Waduk Cisadane, Waduk Jatigede, dan sabagainya.

4. Saluran Irigrasi

Proyek konnstruksi sipil basah selanjutnya adalah saluran irigrasi. Bangunan yang satu ini merupakan bagian dari bangunan yang digunakan sebagai pengairan dari tempat satu ke tempat yang lain. Saluran tersebut dilakukan dari saluran primer, sekunder, tersier sebagai bangunan pembuang ataupun pembagi.

5. Pelabuhan

Pelabuhna merupakan salah satu bangunan sipil basah yang sering dijadikan proyek konstruksi. Bangunan yang satu ini digunakan sebagai fasilitas untuk melayani berbagai aktivitas kelautan yang berada di bagian perairan. Biasanya keberadaan pelabuhan itu sendiri terletak di ujung lautan atau pun samudra.

Pekerjaan Bangunan Sipil Basah

pekerjaan sipil basah

Berikut ini adalah pekerjaan bangunan sipil basah yang mesti dikerjakan dalam menjalankan proyek tersebut:

  • Pekerjaan pondasi, terutama dalam ngerjakan pondasi bagian dalam.
  • Pekerjaan jalan serta jembatan.
  • Pekerjaan hidrologi. Misalnya bendungan, aaduk dan saluran irigasi.
  • Pekerjaan pelabuhan.
  • Beserta pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan tanah dan air.
By |2019-08-30T09:54:02+00:00August 30th, 2019|konstruksi|