Menghitung PBB dengan Tepat dan Benar Disertai Contoh

Bagi para pemilik bangunan sebaiknya tahu bagaimana cara menghitung PBB yang tepat. Lantas apa itu PBB dan bagaimana cara menghitungnya? PBB sendiri adalah singkatan dari Pajak Bumi dan Bangunan. PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dengan besarannya tergantung pada keadaan objek yang berupa bumi atau bangunannya.

Cara Menghitung PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Cara Menghitung PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Dasar pengenaan PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP yang didasarkan pada Undang-undang nomor 12 tahun 1985. Untuk besaran dari NJOP sendiri ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang dilakukan tiap tiga tahun sekali. Namun hal ini tidak berlaku pada daerah tertentu yang penetapannya bisa setiap tahun tergantung pada perkembangan daerahnya.

Sedangkan untuk penghitungan dari pajak adalah Nilai Jual Pajak (NJKP) yang ditetapkan serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100% dari NJOP. Penetapan dari NJKP sendiri dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi sosial.

Faktor penetapan NJOP Bumi dilihat dari pemanfaatan, kondisi lingkungan, peruntukan, dan juga letak. Sedangkan faktor dasar penetapan NJOP bangunan antara lain adalah letak, rekayasa, bahan yang digunakan dalam bangunan, serta kondisi lingkungan.

Untuk mengetahui jumlah yang harus dibayarkan untuk PBB, maka harus mengetahui dulu rumusnya. Rumus penghitungan PBB adalah 05% x NJKP dan rumus untuk mencari NJKP adalah 20% x NJOP.

Contoh Kasus Cara Menghitung PBB

Contoh Kasus Cara Menghitung PBB

Masih belum jelas mengenai cara menghitung besaran tarif PBB yang harus dibayarkan? Jika iya, Anda bisa langsung simak beberapa ulasan yang berikut ini :

Ibu Eni memiliki rumah dengan luas 100 meter persegi di atas tanah yang luasnya mencapai 200 meter persegi. Adapun harga dari bangunan tersebut adalah Rp 1.000.000, sedangkan harga tanahnya adalah Rp 500.000. Lantas berapa tarif PBB yang harus dibayar oleh Ibu Eni?

Dari keterangan di atas, maka Anda bisa menghitung dulu nilai bangunan yang dimiliki:

Nilai bangunan = 100 x  Rp 1.000.000, maka nilai bangunannya adalah Rp. 100.000.000

Sedangkan nilai tanahnya adalah 200 x Rp. 500.000, maka nilai tanahnya adalah Rp 100.0000.000.

Selanjutnya, Anda bisa mencari tahu NJOP dengan menggunakan rumus Nilai Bangunan + Nilai tanah. Maka nilai NJOP yang didapatkan adalah Rp. 200.000.000 karena Rp. 100.000.000 + Rp 100.000.000.

Jika sudah, Anda bisa menentukan NJKP dan juga besaran PBB yang dimiliki dengan menggunakan rumus yang sudah dijelaskan di atas.

NJKP = 20% x NJOP, maka jika NJOP yang didapatkan adalah Rp 200.000.000 maka NJPK dari angka tersebut adalah Rp 40.000.000.

Sedangkan untuk tarif PBB, rumus yang digunakan adalah 0,5% x NJKP. Jika NJKP nya adalah Rp. 40.000.000 maka PBB nya adalah Rp. 200.000. Dari perhitungan tersebut, ditemukan bahwa tarif PBB yang diharus dibayar oleh Ibu Eni atas tanah dan bangunan yang dimiliki adalah sebesar Rp. 200.000.

Mengetahui pengertian PBB dan cara menghitung PBBadalah hal yang penting. Besaran dari PBB juga bisa Anda ketahui saat menerima tagihan yang berupa Surat Pemberitahuan Pajak Terutang atau SPPT.

SPPT bisa didapat dari kelurahan ataupun kecamatan setempat. Untuk pembayaran PBB sendiri bisa dilakukan melalui ATM, teller bank, internet banking, dan lainnya.

PT Adhyaksa Persada Indonesia merupakan konsultan konstruksi bangunan yang siap membantu Anda dalam pembangunan konstruksi. Kami memiliki tim yang berpengalaman dan pastinya bisa diajak kerja sama dengan baik sesuai dengan kebutuhan klien. Tersedia beberapa pilihan kontak yang bisa Anda hubungi.

By |2021-01-27T12:21:00+00:00Januari 27th, 2021|Wawasan Umum|