3 Ciri Pondasi yang Tidak Kuat dan Perlu Diperhatikan

Seperti yang telah kita tahu sebelumnya bahwa pondasi merupakan hal yang paling utama dalam membangun sebuah gedung. Jika pondasi dibuat dengan benar, maka akan bertahan lama. Sebaliknya, jika hal tersebut tidak dilakukan dengan baik, maka gedung yang dibangun pun tidak akan bertahan lama. Untuk itu, perlu diketahui ciri-ciri pondasi rumah yang tidak kuat supaya Anda bisa melakukan perbaikan atau juga tindakan sebelum tidak terlalu parah dan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan pada bangunan.

Apa Saja Ciri Pondasi Rumah yang Tidak Kuat?

ciri pondasi rumah yang tidak kuat apa saja

Membangun pondasi untuk rumah merupakan salah satu hal vital yang harus dilakukan pengerjaannya. Untuk itu, perlu dilakukan pembuatan pondasi yang kuat supaya rumah dan bangunan lainnya yang dibangun tidak mudah roboh, karena tidak kuatnya pembentukan pondasi merupakan salah satu hal yang menjadi penyebab bangunan roboh. 

Untuk mengetahui kondisi rumah yang dibangun apakah bisa bertahan lama atau tidak, maka Anda pun mesti mengetahui ciri-ciri pondasi rumah yang tidak kuat. Berikut ini adalah jawabannya:

1. Tak Dapat Menahan Beban

Salah satu ciri pondasi yang tidak kuat adalah ketidakmampuannya dalam menanggung beban pada rumah dan bangunan. Hal ini perlu diperhatikan, karena jika pondasi tak dapat menahan  bebannya, maka rumah yang dibangun pun kemungkinan besar bisa menyebabkan roboh.

Beban-beban yang mesti dipikul oleh keberadaan pondasi dalam pengerjaan pembangunan rumah di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Beban Konstruksi
  • Beban Hidup
  • Beban Angin
  • Beban Gempa, serta jenis beban lainnya.

Tidak hanya itu, pondasi yang dibangun dengan cara yang tepat akan menjadikan bangunan tidak mengalami penurunan, keretakan, atau bahkan roboh. Untuk itu hal yang satu ini memang perlu perhatian khusus.

2. Menggunakan Bahan Bangunan yang Tidak Tepat

Pengerjaan pondasi pada rumah adalah hal yang sangat penting, oleh karena itu penggunaan bahan bangunan pun harus dilakukan dengan cara tepat. Jika penggunaan bahan bangunan itu tidak tepat maka berbagai kemungkinan yang tidak diharapkan bisa saja terjadi.

Penggunaan bahan bangunan yang tepat pada pengerjaan pondasi rumah dan bangunan itu akan membuatnya menjadi lebih kuat dan juga tahan lama sehingga dapat difungsikan dalam kurun waktu yang sesuai dengan keinginan.

3. Tidak Tahan Terhadap Segala Jenis Organisme

Dalam membangun rumah, terkadang penggunaan bahan kimia pun sering digunakan. Tidak hanya itu, pembangunan rumah yang tidak dilakukan dengan baik juga menjadikan rumah didatangi organisme yang berpotensi untuk merusak bangunan dan konstruksinya.

Ciri pondasi rumah yang tidak kuat ini bisa dilihat dari hal tersebut. Biasanya, jika pengerjaan pondasi dilakukan dengan cara yang salah, maka bangunan pun tidak akan tahan dengan beberapa jenis organisme. Tidak hanya itu, bangunan rumah pun tidak akan tahan dalam penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pengerjaannya.

Ketiga hal yang di atas merupakan hal-hal sangat penting. Hal ini dikarenakan kondisi pondasi yang dibuat sangat berpengaruh bagi ketahanan dan kekuatan bangunan.

Bagai Mana Mengatasinya?

mengatasi pondasi rumah yang tidak kuat

pondasi rumah dan bangunan yang tidak kuat memang masalah yang cukup vital dan harus segera mendapatkan penanganan khusus karena hal tersebut akan berpengaruh pada pengerjaan pembangunan rumah. Lalu bagaimana sebetulnya cara mengatasi hal yang satu ini?

Salah satu yang bisa dilakukan adalah pencegahan. Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya Anda meminta bantuan para ahli dari konsultan perencanaan konstruksi untuk memeriksa kondisi pondasi yang dikerjakana. Hal ini juga dilakukan apabila  memungkinkan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Langkah ini sebaiknya Anda lakukan dengan cepat karena semakin cepat tindakan yang diambil maka resiko pun akan semakin berkurang. Dan selama proses pemeriksaan dan perbaikan dilakukan, ada baiknya Anda melakukan berbagai tindakan pencegahan, termasuk mengungsikan keluarga Anda ke rumah saudara atau kerabat terdekat sementara waktu.

By |2019-10-21T21:07:15+00:00October 21st, 2019|konstruksi|