Merencanakan Efisiensi Biaya Konstruksi

Selain waktu, biaya juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan beserta kegagalan sebuah proyek. Efisiensi biaya konstruksi sebuah proyek juga dapat menjadi barometer keberhasilan dalam pembangunan. Penyelesaian secara singkat beserta biaya pengeluaran yang juga minim juga menjadi ukuran bagi berhasil atau tidaknya sebuah proyek dibangun.

Apa itu Efiesiensi Biaya Konstruksi?

efisiensi biaya konstruksi

Efisiensi konstruksi merupakan salah satu fungsi dari manajemen proyek. Hal ini merujuk pada tujuan supaya  seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat berjalan sesuai harapan dan juga mencapai sasaran tanpa harus mendapati banyak penyimpangan. Selain itu, efisiensi atau pengendalian proyek ini merupakan sebuah usaha yang secara sistematis bertujuan menentukan standar yang sesuai berdasarkan perencanaan.

Jadi, efisiensi biaya konstruksi merupakan sebuah cara atau pengendalian atau strategi  untuk menjalankan sebuah proyek konstruksi yang berdasarkan dari pembiayaannya dari sumber daya. Sumber daya tersebut direncanakan untuk mencapai sasaran biaya untuk sebuah proyek berdasarkan batas waktu, material, tenaga pekerja, metode pelaksanaan, peralatan, dan yang lainnya. Tentu saja, tantangan dari sebuah pembangunan proyek konstruksi ini selain pada keefektifan waktu juga terdapat pada efisiensi baiyanya tanpa mengurangi mutu.

Pengendaliaan biaya digunakan supaya pengeluaran untuk memenuhi segala yang dibutuhkan dalam sebuah proyek bertepat guna. Pada dasarnya, biaya proyek dibedakan menjadi dua, yakni biaya langsung (direct cost) dan biaya tak langsung (indirect cost):

  • Biaya Langsung (Direct Cost): semua biaya yang diperkenanakan untuk memenuhi kebutuhan atau pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan, contohnya: material, upah pekerja, dan peralatan.
  • Biaya Tak Langsung (Indirect Cost): semua biaya proyek yang berhubungan dengan konstruksi secara tidak langsung, akan tetapi biaya yang satu ini harus tetap ada dalam berjalannya sebuah proyek.

Konstruksi ini meruakaan sebuah proyek yang padat modal. Artinya, segala control dari setiap pembiyaan dan keuangan pada akhirnya menjadi biaya yang tepat sehingga menjadi nilai yang baik bagi berjalannya sebuah proyek.

Jenis Biaya Konstruksi

efisiensi biaya konstruksi

Untuk dapat merencanakan efisiensi biaya konstruksi, pihak manajemen yang menangani sebuah proyek haruslah bisa memantau biaya serta mengatasi masalah yang berkenaan dengan itu semua secara aktif. Di sini Anda harus melihat bahwa terdapat beberapa jenis biaya konstruksi yang dapat diatur pengendalian dan kontrolnya.

1. Pembelian Bahan

Sebelum Anda melakukan pembelian material terkait proyek konstruksi yang sedang dijalankan, Anda harus mendapatkan pesanan pembelian yang meliputi bahan pesanan dan biaya bahan. Hal tersebut tentunya harus disetujui oleh manajer proyek. Persetujuan itu akan memberikan kesempatan bagi manajer untuk memeriksa biaya pembelian – apakah bahan-bahan yang dipesan dan juga yang dibutuhkan akan sesuai dengan anggaran yang tersedia ataukah tidak. Sementara itu, keberadaan bahan-bahan yang dibutuhkan  harus bisa diproses sesuai dengan kuantitas barang yang dibutuhkan. Hal ini berguna untuk memastikan sebuah proyek tetap bergerak sesuai dengan target yang direncanakan.

2. Tenaga Kerja

Selain pembelian bahan, tenaga kerja atau buruh juga salah satu hal yang dapat mengendalikan efisiensi terkait biaya konstruksi. Keberadaan tenaga kerja untuk berjalannya sebuah proyek konstruksi juga sangat dibutuhkan, dan tentunya upah tenaga kerja terdapat pada biaya konstruksi. Meskipun demikian, biayanya belum tersedia sebelum pekerjaan telah diselesaikan.

Biaya konstruksi tenaga kerja ini dihitung berdasarkan jumlah buruh, jenis pekerjaan setiap tenaga kerja, serta jumlah jam kerja. Biaya atau upah bagi tenaga kerja akan diberikan sesuai dengan kesepakatan atau kontrak sebelumnya.

3. Sub Kontrak

Semua tagihan dari subkontraktor haruslah ditinjau oleh manajer proyek sebelum proses pembayaran dikerenakan kebanyakan subkontraktor sangat memerlukan pembayaran kemajuan berdasarkan jumlah pekerjaan. Dalam kata lain, subkntrak tentu dapat memengaruhi efisiensi biaya konstruksi.

4. Peralatan

Tak ada bedanya dengan buruh dan pembelanjaan bahan, peralatan juga salah satu hal yang ada pada biaya konstruksi. Dan sayangnya, ketiga hal yang disebutkan itu merupakan yang sulit untuk dikendalikan.

Pembiayaan peralatan dapat ditagih berdasarkan jumlah jam yang dihabiskan ketika bekerja. Dengan kata lain, untuk mengendalikan biaya konstruksi dan menguranginya, peralatan yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan proyek harus segera dikembalikan.

klik di sini untuk mengetahui poin-poin penting UU Jasa Konstruksi.

 

By |2019-04-04T15:53:06+00:00April 4th, 2019|Blog|