Beberapa fungsi bidang elektrikal dalam sebuah kontruksi

Kontruksi sendiri adalah sebuah suatu kegiatan dimana kita membangun sebuah sarana atau prasarana. Dalam bidang ilmu teknik sipil dan arsitektur kontruksi dikenal dengan istilah bangunan atau infrastruktur pada sebuah area atau beberapa area. Dalam hal ini juga membutuhkan fungsi bidang elektrikal dalam konstruksi, fungsi mekanikal serta plumbing dalam konstruksi.

Kontruksi sendiri dikenal sebagai satu pekerjaan akan tetapi pada fakta yang terjadi di lapangan kontruksi adalah satu kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain nya yang berbeda. Kontruksi sendiri juga bisa di definisikan sebagai susunan model tata letak sebuah bangunan, jembatan, rumah, dan lain halnya.

Dari pengertian diatas dapat dipahami secara bersama bahwa kontruksi sendiri adalah sebuah kegiatan yang membangun sebuah bangunan atau semacamnya. Dalam pekerjaan kontruksi diperlukan beberapa pemahaman yang lebih mendalam, hal ini bisa ditandai dengan mengetahui apa saja yang ada dalam dunia kontruksi. Misalnya mengetahui beberapa fungsi yang ada dalam kontruksi. Dalam kontruksi sendiri diperlukan sebuah struktur organisasi di sebuah perusahaan bekerja, dalam berbagai proyek dibutuhkan sebuah struktur organisasi.

Berikut adalah struktur organisasi dalam proyek konstruksi

fungsi bidang elektrikal

1. Safety officer

Fungsi bidang ini fokus pada masalah pengelolaan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, serta pengelolaan proyek yang berwawasan lingkungan

2. Construction manager

fokus pada pengelolaan pelaksanaan pekerjaan, dengan memperhatikan metode kontsruksi, sistematika dan tahapan pelaksanaan.

3. Chief engginer

fokus pada perhitungan construction engineering, value engineering, pembuatan shop drawing, time control dan pengawasan pelaksanaan engineering proyek.

4. Commercial manager

fokus pada pengelolaan pengadaan jasa dan material, contract administration dan quantity surveyor.

5. General affair

fokus pada pengelolaan urusan umum antara lain pergudangan, kesekretariatan, kepersonaliaan proyek, perijinan, monitoring pembayaran kas proyek, keamanan dan hubungan sosial.

Contoh diatas adalah sebuah struktur organisasi yang mesti ada dalam sebuah proyek kontruksi, Dari lima fungsi utama tersebut, hal yang ingin membahas lebih lanjut pada poin nomor tiga, yaitu fungsi engineering. Tugas fungsi engineering sendiri sangat penting, yang dalam hal ini dijabat oleh Chief Engineering atau Site Engineering (tergantung besar kecilnya proyek), adalah sebagai berikut:

Fungsi Pengawasan Bidang Elektrikal dan Koordinator Pengendalian

bidang elektrikal
1. Mengkoordinir pembuatan master schedule dan breakdown aktivitas bulanan dan mingguan.
2. Mengkoordinir penentuan schedule material dan persetujuan material dari owner.
3. Mengkoordinir pembuatan shop drawing.
4. Memaksimalkan kemungkinan pemanfaatan value engineering (VE).
5. Mengkoordinir pembuatan laporan progres pelaksanaan proyek secara periodik.
6. Sebagai penanggung jawab teknis tertinggi pelaksanaan Pengendalian dan Pengawasan Pekerjaan Elektrikal di lapangan
7. Melakukan kordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam organisasi tim konsultan MK
8. Sebagai penanggung jawab teknis tertinggi pelaksanaan pengendalian dan pengawasan pekerjaan elektrikal di lapangan.

Selain mengetahui fungsi koordinator bidang elektrikal, kita juga dapat mengetahui fungsi engineering. Fungsi engineering sendiri menempati tahap ketiga dari lima tahapan pelaksanaan proyek, yaitu pada tahapan sosialisasi dan penjabaran.

Hal ini terlihat begitu sangat penting peran dari ahli engginering sendiri mulai dari sebagai penanggung jawab terhadap tim dan memuat semua laporan. Ada pun delapan tahapan tersebut terdiri dari tahap pemahaman dan perencanaan, tahap pengadaan, tahap sosialisasi dan penjabaran, tahap pelaksanaan pekerjaan dan tahap serah terima pekerjaan. Dalam pelaksanaannya, fungsi engineering merencanakan tugas-tugas tersebut di atas pada tiga aspek, yaitu stuktur, arsitektur dan mekanikal elektrikal. Hal hal yang disebutkan adalah upaya demi meraih sebuah hasil yang baik, maka sistem operasional yang dibuat pun tidak main-main karena hasil yang dituju pun jauh dari kata kegagalan.

By |2019-06-14T19:26:32+00:00June 14th, 2019|Blog|