Tahapan yang Mesti Diketahui dari Jasa Arsitektur Bangunan

Merancang sebuah bangunan, termasuk juga bangunan sebuah rumah bukanlah hal yang mudah. Sebaliknya, hal untuk melakukannya dibutuhkan keahlian khusus dan profesional. Apabila Anda menginginkan sebuah hunian indah yang nyaman dengan desain yang menarik di dalamnya, tentu Anda terkadang membutuhkan jasa arsitek untuk merancang konstruksi rumah yang tidak sembarangan.

Selain itu, untuk merancang sebuah bangunan rumah, para arsitek tentu sangat paham berbagai segi tentang rumah mulai dari desain, struktur bangunan, hingga estetika bangunan. Maka dari itu, akan lebih mudah bagi para calon pemilik rumah untuk mengekspresikan rumah impian mereka kepada orang yang ahli pada bidangnya. Lalu, apa saja yang harus Anda ketahui dari jasa perancang bangunan (arsitek)?

Tahapan-Tahapan yang Dilakukan Jasa Arsitek

tahapan jasa arsitek

Menggunakan jasa arsitek tentu tidak dapat sembarang seperti menggunakan jasa lain pada umumnya. Dibutuhkan beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk hal tersebut, di antaranya:

1. Per-liminary Design (Tahap Konsep Rancangan)

Untuk melangsungkan tahap konsep rancangan, antara arsitek dank lien (calon pemilik bangunan) dibutuhkan komunikasi serta kerjasama. Biasanya, pemilik kan dimintai untuk menjelaskan kebutuhan ruang berdasarkan keinginan lainnya. Sementara itu, arsitek akan merumuskan konsep yang sesuai sebagai solusi desain sesuai dengan kebutuhan Anda. Pada tahap tersebut, arsitek akan menghasilkan beberapa gambar yang sudah terukur namun belum dibuat secara detail, yang meliputi:

  • Denah
  • Tampak
  • Potongan
  • Perspektif 3 dimensi

2. Tahap Scematic Design (Desain Skematik)

Sebetulnya, akan lebih ideal apabila sebelum masuk pada tahap yang satu ini, arsitek dan pemilik bangunan telah sepakat terlebih dahulu pada tahap konsep desain yang telah dibuat di tahapan sebelumnya. Hal ini untuk menghindari perubahan teknis dan juga sudah tidak banyak mengubah desain. Kemudian, intensitas diskusi antara calon pemilik bangunan rumah dengan arsitek tidak lagi intensif. Pada tahap ini, gambar teknis dan sistem bangunan yang akan diproduksi adalah:

  • Denah
  • Tampak
  • Potongan
  • Perspektif 3 dimensi (dilengkapi gambar yang lebih mendetail)
  • Struktur (yang diseseuaikan berdasarkan desain ruang dengan peletakkan struktur seperti kolom, balok, ketinggian lantai, tangga, serta aspek lainnya).
  • Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP) yang menyangkut peletakan titik tumpu serta pengelompokannya. Hal ini akan berguna untuk mengetahui daya listrik yang dibutuhkan untuk sebuah bangunan dan jalur serta sistem air berdasarkan peletakkan kamar mandi dalam rumah.

3. Tahap Design Development (Pengembangan Desain)

Pada tahap ini, jasa arsitek dibutuhkan untuk dapat memproduksi gambar arsitektur yang lebih detail disertai skala yang lebih besar. Hal ini juga dilakukan supayatiap sudut rumah dapat terbangun dengan baik sesuai desain yang diinginkan oleh calon pemilik bangunan rumah.

Gambar yang dibuat pada tahap ini memiliki peran penting, terutama untuk kontraktor dalam melaksanakan struktur dan konstruksi bangunan dengan detail lapisan serta sambungan yang benar. Biasanya, gambar yang dibuat oleh arsitek pada tahap ini di antaranya adalah detail tangga, plafon, pintu dan jendela, serta detail lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengerjaan proyek konstruksi sebuah bangunan.

Barangkali tahapan-tahapan yang telah dijelaskan sebelumnya terkesan mudah dan tak perlu memakan banyak waktu yang terlalu lama. Akan tetapi, pada kenyataannya (dilansir dari arsitek profesional), Joshua Tjandra sebagai pimpinan biro konsultan desain Alera Architec mengatakan bahwa pada praktiknykarena biasanya proses diskusi dan desain yang perlu menyesuaikan kebutuhan pemilik. Oleh karena itu, untuk membangun rumah yang sesuai sangat dibutuhkan koordinasi dan komitmen yang baik antara arsitek dan pemilik.

By |2019-05-08T20:32:52+00:00May 8th, 2019|Blog|