Bagaimana Menentukan Perhitungan Proyek Bangunan?

Dalam menjalankan sebuah proyek konstruksi, sangat penting mengetahui jenis-jenis perhitungan dalam bangunan supaya pengadaan proyek tersebut berjalan lancar. Selain itu, hal tersebut pun akan memberikan kemudahan untuk memperhitungkan pembiayaan bangunan terkait keberhasilan proyek konstruksi yang akan dijalankan.

Apa Saja Fungsi Perhitungan dalam Bangunan?

fungsi perhitungan dalam pembangunan

Menyusun perencanaan perhitungan dalam bangunan sebelum mengerjakan proyek merupakan hal yang penting. Mengapa hal itu begitu penting? Perencanaan pehitungan berfungsi sebagai acuan dasar pelaksanaan proyek, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Untuk menentukan pemilihan penyedia jasa kontraktor yang sesuai.
  • Untuk menentukan pembelian barang/jasa dalam proyek konstruksi.
  • Untuk menentukan pengawasan lelang agar berjalan sesuai dengan rancangan dan kesepakatan awal atau kontrak dalam suatu proyek konstruksi.

Tanpa adanya perencanaan perhitungan dalam bangunan, akan terjadi berbagai risiko yang dapat merugikan pengerjaan proyek tersebut. Oleh karena itu, keberadaan perhitungan pada bangunan sangalah penting.

Jenis-jenis Perhitungan dalam Bangunan Sebuah Proyek Konstruksi

perhitungan dalam bangunan

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan terkain jenis-jenis perhitungan dalam bangunan:

1. Pengukuran

Pengukuran yang dimaksud di siniadalah pengukuran yang dilekukan sebelum memulai pekerjaan sebuah proyek. Tujuan pengukuran ini adalah untuk menentukan posisi dari bangunan yang berupa  pengukuran batas-batas, pengukuranvolume, dan perkiraan lamanya pengerjaan proyek.

2. Pengerjaan Galian dan Urugan

  • Galian => yaitu pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan pondasi. Biasanya, dilakukan pula pembentukan tipe pondasi untuk bangunan tersebut. Sementra itu, kedalaman galian juga ditentukan oleh kondisi tanah yang digunakan.
  • Urugan => Merupakan pekerjaan mengurug lantai bangunan. Volume urugan ini dihitung luas bangunan dikalikan tinggi urugan satuan m3 (V= L x T).
  • Mengurug kembali => Pekerjaan mengurug bekas galian pondasi. Biasanya dihitung 1/3 dari  volume galian (V x 1/3).

3. Pekerjaan Fondasi

  • Lantai Kerja=> merupakan suatu item pekerjaan yang lokasinya dibawah pondasi. Cara perhitungannya adalah luas dikalikan tebal dengan satuan m3 (V= L x tebal).
  • Pasangan Pondasi => yang merupakan pondasi batu kali (stal) untuk bangunan rumah pada lantai dasar. Cara menghitung volume hitung semua panjang fondasi kemudian dikalikan tinggi fondasi, dan dikalikan (lebar atas+lebar bawah dibagi 2) dengan satuan m3.

4. Pekerjaan Beton

  • Sloof =>Merupakan struktur bangunan yang berada diatas fondasi untuk lebih jelas lihat sloof rumah lantai 1 dan 2.
    Cara menghitung volume sebagai berikut: untuk volume beton panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3.
    Untuk perhitungan jumlah besi beton dengan cara panjang total sloof dibagi jarak begel ditambah 1 = jumlah begel, jumlah begel dikalikan panjang satu begel = panjang total besi beton yang dibutuhkan.
  • Kolom => Cara menghitung Volume adalah tentukan atau hitung jumlah kolom kemudian dikalikan tinggi kolom,sehingga mendapat total panjang kolom x lebar x tinggi = volume kolom satuan m3.
  • Ring Balk => Cara menghitung volume sama dengan perhitungan sloof dan kolom.

5. Pekerjaan Dinding

  • Pasangan Bata => Ada 2 cara menghitung yaitu dengan cara perhitungan luas dan dengan cara perhitungan isi. Cara menghitung luas pasangan bata adalah menghitung keliling dari dinding, kalikan dengan tinggi dinding, dan dikurang luas dari daun jendela,daun pintu, boven, satuan m2 (L = K x T – (L (jendela+pintu+boven)).
  • Plesteran => Volume plesteran adalah 2 x dari volume pasangan bata.
  • Acian => Perhitungan sama dengan cara menghitung volume plesteran tetapi dikurangi, daerah yang tidak di aci seperti dinding, keramik, dll.
  • Sponengan => Merupakan batas antara kusen dan plesteran.

6. Pekerjaan Kusen Pintu, dan Jendela

  • Pembuatan Kusen => Cara perhitungan kusen yaitu hitung semua panjang dari bahan pembuat kusen kemudian dikalikan dengan tebal dan lebar dari kayu, satuan m3.
  • Daun Pintu =>  biasanya di hitung per unit.
  • Pasang Kusen Pintu dan Jendela => Volumer dihitung dengan cara  panjang keliling kusen, perlubang, atau perunit.
  • Pasang Daun Pintu dan Jendela => Volume dihitung per unit, diluar pemasangan kunci tanam, hak angin, slot.
By |2019-09-02T04:22:52+00:00September 2nd, 2019|konstruksi|