5 Jenis Rumah untuk Daerah yang Sering Terjadi Gempa

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis rumah untuk daerah rawan gempa yang mesti dibuat. Namun, ternyata sebagian besar rumah yang rusak akibat gempa itu disebabkan karena pembangunan konstruksinya tidak dibuat berdasarkan pengaturan bangunan anti gempa.  Padahal, sudah banyak desain bangunan anti gempa sudah banyak tersedia, walaupun belum terealisasi dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa macam jenis rumah untuk daerah rawan gempa yang bisa dibuat:

1. Growing House

growing haous rumah untuk daerah rawan gempa

Jensis rumah untuk daerah rawan gempa yang diberi nama growing house berhasil memenangkan sebuah sayembara desain perumahan bertajuk ‘Kumamoto Artpolis’. Di mana, sayembara tersebut  diadakan oleh pemerintah Jepang.

Penggagas dari pembuatan jenis rumah itu sendiri merupakan perwakilan Mahasiswa UGM, di antaranya Ardhyasa Fabrian Gusma, Galih Adityas, Eko Cahyo Saputro, Hafizha Muslim Primaramadhan dan Nabila Afif serta dosen pendamping Ikaputra Ir.,M.Eng.,Ph.D.

Dikatakan bahwa konsep desain jenis rumah yang atu ini ini dibagi tiga tahap, yang meliputi:

  •  Home for All
  • Space for All
  • Life for Future.

Desain rumah tersebut dimaksudkan untuk menambahkan ruang untuk beraktivitas di dalam rumah tanpa mengesampingkan fungsi utamanya. Rumah ini dibuat dengan atap yang semacam joglo dengan dilengkapi  panel surya serta memiliki tingkat keamanan yang baik. Dari sana, jenis rumah ini mendapat tanggapan yang baik oleh pemerintah Jepang sebagai salah satu desai rumah yang bisa dibuat di daerah rawan gempa.

2. Dome

dome house

Rumah dome ini merupakan karya dari Prof. Nizam, M.Sc, Ph.D dengan desain yang sangat unik karena bentuk atapnya menyerupai setengah lingkaran seperti kubah. Bentuk atapnya yang demikian membuat rumah memiliki daya tahan tinggi terhadap goncangan dan angin kencang. Sehingga, cocok untuk dibuat di daerah rawan gempa.

Rumah ini dibuat dengan konstruksinya yang kokoh dan memakai bahan-bahan ringan, terutama atap dan dindingnya. bBhan-bahan ringan biasanya mampu menghalau angin kencang serta dapat meminimalisir risiko untuk roboh.

3. Barrataga (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa)

barrataga

Jenis rumah Barrataga ini digagas oleh seorang Pakar Rekayasa Kegempaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yaitu Prof. Ir. Sarwidi sebagai respons atas terjadinya gempa bumi Yogyakarta 2006 lalu. Makna filosofis dari rumah Barrataga itu sendiri adalah ‘menyelamatkan diri’.

Bentuk rumah tersebut itu sendiri menyerupai rumah limas atau joglo yang terdiri dari beton kolom, balok bawah, balok tepi atas, balok lantai. Kemudian, konstruksi tersebut disambungkan dengan simpul-simpul tertentu supaya tidak mudah patah pada saat gempa. Kunci pembuatan rumah ini ada pada pondasi-nya yang kuat sebagai peredam getaran bangunan.

4. Rumah Instan Kayu

rumah instan kayu

Salah satu inovasi jenis rumah untuk daerah rawan gempa yang bisa dibuat adalah rumah instan kayu. Kayu-kayu tersebut  diolah kembali sehingga kekuatannya setara dengan kayu kualitas tinggi. Proses pengolahnnya pun diperkuat dengan sistem yang canggih dengan proses perekatan pada kayu lapis sehingga kayu biasa memiliki kekuatan yang sangat keras sehingga kelemahan kayu seperti lapuk, rawan rayap, kuat tekan, dan sebagainya juga akan hilang.

Tidak hanya itu, jenis rumah yang menggunakan kayu sebangai bahan dasarnya juga relatif lebih mudah untuk dirancang supaya tahan terhadap gempa. Ini bisa terjadi karena sifat dasar material dari kayu tersebut lebih ringan bila dibandingkan beton dan batu bata pada umumnya.

4. Rumah Unggul Sistem Panel

Rumah unggul sistem panen ini merupakan jenis rumah yang mudah diaplikasikan dan hemat biaya Tidak hanya itu, jenis rumah ini juga sudah teruji kekuatannya dan cocok dibangun di daerah yang rawan terjadi gempa. Selain itu, rumah ini aman untuk proses evakuasi.

By |2019-09-02T02:28:00+00:00September 2nd, 2019|konstruksi|