K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) di Bidang Konstruksi

Pernahkah Anda mendengar istilah K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja)? Istilah tersebut merupakan suatu cara untuk mengembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja di tempat kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. Begitu pula dalam sebuah proyek pelaksanaan jasa konstruksi, keamanan konstruksi (K3) juga merupakan salah satu hal penting yang mesti diperhatikan keberadaannya.

Melalui pelaksanaan K3 (Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja) di dalam proyek konstruksi ini sangat diharapkan akan adanya tempat kerja yang memiliki keamanan, kesehatan, serta bebas dari pencermaran lingkungan. Sehingga dapat mengurangi atau menanggulangi kecelakaan kerja beserta penyakit akibat kerja. Selain itu, hal ini juga akan menunjang pelaksanaannya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja di lapangan.

Pengertian Keamanan Konstruksi

pengertian keamanan konstruksi

Karena keamanan konstruksi sangat peting bagi kelancaran proses proyek pembangunan, terutama bagi tenaga kerjanya, maka Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan keamanan konstruksi. Berikut ini adalah 2 pengertian K3 dalam bidang konstruksi yang didefinisikan berdasarkan aspek filosofis dan kelimuan:

1. Berdasarkan Aspek Filosofis

Jika dilihat berdasarkan aspek filosofis, K3 adalah sebuah buah dari pemikiran dalam upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani bagi tenaga kerja pada khususnya terhadap hasil karya (pekerjaan) dan budayanya.

2. Berdasarkan Aspek Keilmuan

Dalam penerapan ilmu pengetahuan, K3 merupakan usaha atau juga cara untuk bisa mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan, dan hal yang lainnya.

Pada bidang konstruksi,  K3 atau keamanan konstruksi ini terpusat pada segala hal yang akan memengaruhi kondisi kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi pekerja konstruksi maupun lingkungan terkait terhadap adanya proyek konstruksi.

Tujuan K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja)

tujan keamanan konstruksi

Dibuatnya K3 tentu tidak serta merta tanpa alasan. Keberadaan K3 ini tentu memiliki peran, terutama untuk kelancaran berjalannya proyek baik bagi pekerja maupun lingkungan sekitarnya. Seperti yang telah tercatat pada UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Tenaga Kerja pada BAB III mengenai syarat-syarat K3, yang tujuannya meliputi:

  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan.
  • Mencegah, mengurangi dan memandamkan kebakaran.
  • Mencegah dan mengurahi bahaya peledakan.
  • Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya.
  • Memberi pertolongan pada kecelakaan.
  • Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja.
  • Mencegah dan mengendalikan timbul atau meyebarluasnya suhu, kelembapan, debu, kotoran, asap, gas, uap, hembudan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran.
  • Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, peracunan, infeksi, dan penularan.
  • Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
  • Menyelenggarakan suhu dan kelembaban udara yang baik.
  • Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup.
  • Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertipan.
  • Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.
  • Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang.
  • Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.
  • Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
  • Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Peran Keamanan Konstruksi

peran keamana konstruksi

Sementara itu, berikut ini adalah peran K3 yang dapat Anda ketahui:

  • Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya, dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
  • Setiap orang yang berada di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya.
  • Setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
  • Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, karena sebelumnya sudah ada tindakan antisipatif dari perusahaan.
By |2019-05-07T07:20:59+00:00May 7th, 2019|Blog, konstruksi|