Prioritas Pembangunan Pulau Jawa Melalui Kontraktor

Pembangunan Infrastruktur semakin berkembang khusnya di Pulau Jawa maupun di Indonesia. Hal ini didukungnya dengan perusahaan kontraktor jawa yang semakin menunjukkan kualitas dan dedikasinya. Pembangunan yang dilakukan tak ayal demi memenuhi mobilitas masyarakat di Indonesia. Perusahaan-perusahaan kontraktor di Indonesia turut andil dalam pembangunan ini.

Dalam melakukan sebuah pembangunan memang tidak akan lepas dari peran kontraktor, jawa khususnya memiliki banyak lembaga yang turut berkontribusi dalam pembangunan di pulau ini. Berikut prioritas pembangunan di Jawa Barat yang tentunya membutuhkan jasa kontraktor.

Prioritas Pembangunan Infrastruktur Jawa

Yang pertama adalah infrastruktur jawa, selain tempat lain di Indonesia. Jawa menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan, maka dari itu pembangunan infrastruktur melalui kawasan wisata sangat diperhatikan. Disini peran dari kontraktor jawa sangat membantu dalam pembangunan infrastruktur pariwisata.

Kontraktor jawa bisa saja melakukan sebuah pembangunan untuk menunjang destinasi berbasis pariwisata, sarana dan prasarana. Hal ini dilakukan melalui disempurnakannya infrastruktur jalan menuju lokasi tertentu. Seperti halnya kontraktor jawa, yang sudah melakukan pembangunan jalan tol cipali dan tol-tol lainnya yang ada di Jawa.

Selain pembangunan infrastruktur untuk parwisata, kontraktor jawa pun diperlukan untuk infrastruktur konektivitas wilayah. Hal ini meliputi pembangunan terminal, pemasangan road barrier, perlengkapan jalan, pengembangan Bandar Udara Kertajati di Kabupaten Majalengka, perpanjangan Runway, pengembangan Banda Udara di Cikembar Kabupaten Sukabumi, Pelabuhan Pengumpan Regional Kabupaten Sukabumi, optimasi Bandar Udara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran.

Kontraktor jawa pun berkontribusi dalam pembangunan jalan horzonal poros tengah ntuk purwakarta-jonggol-suamakur yang ada di Kabupaten Purwakarta. Selain itu juga terdapat di Kabupaten Bogor, yakni berupa pembangunan jalan khusus tambang. Selanjutnya pembagunan Jalan Sukasari –Lembang yang berada di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang.

Apa saja alat-alat Kontraktor Jawa

kontraktor jawa

Setiap kontraktor pasti memiliki alat berat yang menunjang melakukan aktivitas atau proyek kontruksi. Berikut adalah alat berat yang biasa digunakan dalam sebuah konstruksi, terutama dalam pembangunan infrastruktur di Jawa.

1. Dozer atau Roller

Dozer sendiri digunakan untuk mendorong, menggali maupun menarik material seperti pasir, tanah, bebatuan dan lainnya. Istilah dari Bulldozer sendiri memang digambarkan sebagai tipe dari alat berat. Meskipun dari istilah ini dozer hanya menunjuk ke traktor yang memiliki rantai dan dilengkapi dengan adanya blade pada sebuah buldozer.

2. Excavator

Excavator merupakan alat berat yang tentunya dibutuhkan oleh kontraktor jawa terdiri dai boom (bahu), lengan (arm) dan bucket. Maksudnya apa itu, excavator dioperasikan oleh tenaga hidrolis yang dijalankan dengan mesin diesel yang berada di atas trackshoe atau rantai. Dala, kontruksi pembangunan dibutuhkan alat berat yang mampy memindahkan material yang satu dan yang lainnya. Excavator merupakan alat yang terbilang serba guna pasalnya dia dapat melakukan pekerjaan kontruksi lainnya.

3. Backhoe

Utamanya jasa kontraktor memerlukan alat berat yang satu ini, fungsi dari backoe loader tidak jauh berbeda dengan dozer shovel, seperti yang telah di jelaskan diatas, sehingga backoe loader mampu mengangkut stock pile ke dump truck yang lumayan tinggi, juga mengisi hopper AMP, Crushing Plant dan Batching Plant.

4. Off Highway Truck

Jenis truk alat berat yang pertama adalah off highwa truck. Truck berukuran besar dilengkapi dengan keenam roda yang berukuran besar pula. Jenis truck alat berat yang satu ini berfungsi untuk mengangkut batu bara, tembaga, tanah, ataupun biji besi.  Off Highway truck kerap dipilih di lokasi pertambangan karena diapadukan dengan dukungan dealer yang sesuai dengan kelasnya. Truck yang berukuran 5 kali lipat dari mobil ini mampu memindahakan material atau barang mulai 40 T hingga 360 T.

By |2019-07-14T16:06:27+00:00July 14th, 2019|Blog|