Peran Kontraktor Sumatera Dalam Pembangunan Jalan Tol

Ulasan kali ini akan membahas mengenai Kontraktor Sumatera. Namun sebelumnya kita pahami dulu definisi dari kontraktor itu sendiri. Kontrator sumatera merupakan sebuah lembaga atau orang yang mampu mengupayakan untuk melakukan aktifitas pengadaan. Yakni berupa barang ataupun jasa yang akan dibayarkan melalui nilai kontrak yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Yaitu antara penyewa dan pemberi jasa konstruksi.

Sama halnya dengan jasa kontraktor sipil yang merupakan jasa pengadaan juga jasa yang  berhubungan dengan pembangunan maupun pekerjaan sipil. Biasanya seperti bangunan, jalan, konstruksi jalan dan lain sebagainya. Kontraktor sendiri merupakan sinonim dari kata pemborong dengan kata lain berasal dari kata kontrak yang memiliki surat perjanjian maupun kesepakatan kontrak ataupun sewa.

Maka dari itu kontraktor bisa disamakan dengan suatu badan hukum atau orang baik badan usaha yang disewa. Penyewaan ini digunakan untuk menjalankan atau mengerjakan suatu proyek pekerjaan berdasarkan dari isi kontrak yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Yakni penyewa atau pemberi jasa kontraktor itu sendiri.

Sementara itu kontraktor tidak dapat dipiskahkan untuk suatu proyek pembangunan ataupun hal yang berkaitan dengan konstruksi yang tentunya membutuhkan alat berat. Tidak semua lembaga pembangunan memiliki alat berat yang mampu menunjang pembangunan atau kontrusi itu sendiri. Maka dari itu terciptalah kontraktor yang mampu mengerjakan sebuah kontruksi dan jasa pembangunan itu sendiri.

Kontraktor Sumatera dalam Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

kontraktor sumatera

Jalan tol sumatera sendiri memiliki panjang hingga 2.818 km di Indonesia. Hal tersebut telah direncanakan untuk menghubungkan berbagai kota di Pulau Sumatera yakni dari Lampung hingga Aceh.

Sejarah Jalan Tol Trans Sumatera (Kontraktor Sumatera)

Dimulai pada 20 Februari 2012 silam kontraktor sumatera dan Menteri Badan Usaha Miliki Negara Dahlan Iskan tengah mengadakan pertemuan dengan gubernur yang ada di Sumatera dan dilaksanakan di Griya Agung Palembang, Samatera Selatan.  Pertemuan yang mempertemukan banyak Gubernur di Sumatera ini membahas mengenani pembangunan dari Jalan Tol di Sumatera.

Tidak hanya gubernur, Deputi Kementrian BUMN bidang Infrastruktur Sumaryanto, Direjtur Pengembangan Usaha Jasa Marga Abdul Hadid, Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman turut menghadriri pertemuan ini. Saat itu secara ekonomi, pembangunan untuk tol sumatera ini terbilang cukup berat dan kurang diminati oleh para investor. Sampai pada akhirnya akan disepakati untuk membangun perusahaan yang hendak patungan antara setiap Pemda di Sumatera dan Jasa Marga.

Pembagian tugas dari keduanya telah disepakati. Pemda yang membebaskan tanah juga mencangkan sejumlah kawasan yang hendak dilakukan proyek pembangunan tol ini di masa depan yang nantinya akan dikelola bersama.  Hingga akhirnya, mantan Presiden Indonesia SBY, mengeluarkan peraturan presiden nomo 100 th 2014. Perpres tersebut berisi mengenai percepatan pembangunan dari Jalan Tol di Sumatera pada september 2014 lalu.

Sebagian besar dari ruas jalan Tol Trans Sumatera sendiri yang hendak digarap dikelolah oleh BUMN yakni PT Hutama Karya (Persero) sebagai kontraktor sumatera dengan skema penuugasan. Hingga di 23 Agustus 2016, menteri PUPR saat itu, Basuki Hadimuljono menerbitkan surat yang berisi penugasan kepada Hutama Karya. Isi surat itu adalah untuk membangun tiga ruas dari Trans Sumatera, yakni Banda Aceh – Medan (455 km), Tebing Tinggi – Parapat (98,5km) dan Padang-Pekanbaru.

 

By |2019-07-14T15:42:22+00:00July 14th, 2019|Blog|