Penyusunan Laporan Keuangan Jasa Konstruksi

Perusahaan yang bergerak di bidang pelaksanaan jasa konstruksi bukanlah perusahaan kecil, dalam arti lain tentu merupakan suatu perusahaan besar yang juga mempunyai arus transaksi yang juga besar dan sangat padat. Karena itu, kegiatan penyusunan laporan keuangan konstruksi serta analisis keuangan perusahaan menjadi salah satu agenda yang sangat penting dan krusial.

Laporan keuangan perusahaan pada bidang konstruksi ini pada umumnya nyaris sama dengan laporan keuangan perusahaan-perusahaan lainnya. Akan tetapi, perbedaannya hanya terletak pada hasil transaksi yang dianalisis.

Data Pencatatan dalam Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Konstruksi

laporan keuangan

Untuk dapat menyusun laporan keuangan konstruksi, tentunya diperlukan data yang akan diolah secara sitematis. Misalnya, laporan neraca keseimbangan, laporan analisis keuntungan dan kerugian, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah data yang diperlukan untuk melakukan pencatatan laporan keuangan:

1. Data Pencatatan

Data pencatatan merupakan satu hal yang menjadi langkah awal dalam pencatatan laporan keuangan konstruksi yang selanjutnya akan diproses untuk kelengkapan data analisis. Data pencatatan ini meliputi beberapa variable, di antaranya adalah:

  • Data penerimaan bukti transaksi
  • Data pencatatan jurnal keuangan perusahaan
  • Data rekapitulasi hasil transaksi perusahaan.

2. Data Analisis

Tak hanya berhenti pada data pencatatan saja, laporan keuangan pada bidang konstruksi ini juga harus disertai dengan adanya data analisis untuk mengetahui beberapa informasi penting mengenai perusahaan. Data ini diperlukan supaya laporan keuangan sebuah perusahaan terlihat perkembangannya. Maka, penyusunan data analisis ini disusun berdasarkan:

  • Analisa tentang neraca keseimbangan saldo
  • Analisa tentang aset dan ekuiditas perusahaan
  • Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyelesaian
  • Neraca saldo penutup
  • Neraca saldo jurnal balik
  • Laporan analisis keuangan

Langkah-Langkah Penyusunan Laporan Keuangan Konstruksi

langkah penyusunan laporan keuangan

Biasanya, hasil dari pencatatan keuangan berupa hasil pembangunan dari perusahaan. Supaya Anda dapat lebih memahami cara penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa konstuksi dibutuhkan langkah tertentu. Di bawah ini merupakan beberapa tahapan yang harus dijalankan dan sangat diperlukan untuk menyusun laporan keuangan yang komprehensif:

  • Menetapkan Standard Cost => Apabila Anda hendak menyusun laporan keuangan konstruksi, pastikanlah bahaw Anda telah menetapkan harga jual (standard coast) atas barang dan jasa Anda. Hal ini akan berguna untuk memberikan kemudahan ketika menetapkan formula dari tiap jenis pekerjaan.
  • Menyusun Work Price Analysis (WPA) => langkah selanjutnya untuk membuat laporan keuangan dalam konstruksi adalah membuat Work Prices Analysis (WPA) atau sering juga disebut Formula Pekerjaan. Perusahaan jasa konstruksi yang kompeten pasti sudah mempertimbangkan hitungan kasar bagi tiap jenis pekerjaan. Dengan ini, akan mudah bagi Anda untuk memberikan penawaran kepada klien atau pelanggan dalam menjalankan proyek konstruksi.
  • Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) => RAB biasanya berisikan seluruh jenis pekerjaan yang akan dikerjakan berikut dengan perkiraan budget atau pengeluaran serta rencana penagihan kepada klien untuk menjalankan sebuah proyek.
  • Mencatat Material Release => selanjutnya, supaya semua pengeluaran serta budgeting bahan baku sesuai dengan yang telah diperkirakan sebelumnya, Anda mesti melakukan pencatatan pengeluaran bahan baku melalui Material Release sehingga semua tercatat dan dapat dibiayai berdasarkan anggaran yang ada.
  • Project Billing => penagihan bisanya dilakukan sesuai jadwal penagihan berdasarkan progress pekerjaan supaya cash flow perusahaan dapat terjaga.

Jika pencatatan keuangan disusun dengan baik, maka akan terdapat relevansi informasi dengan kebijakan yang diambil dalam mengembangkan perusahaan, khususnya pada bidang jasa konstruksi. Selain itu, laporan keuangan tersebut juga berguna dalam memberikan gambaran yang jelas terkait situasi derta kondisi keuangan perusahaan.

By |2019-05-07T08:14:51+00:00May 7th, 2019|Blog|