Beberapa Cara Mengatur Operasional dalam Bidang Konstruksi

Menjalankan perusahaan, terutama perusahaan jasa konstruksi secara lancar  dengan  cara memiliki kekuatan finansial yang cukup serta menemukan cara untuk menghemat pengeluaran merupakan kunci kesuksesan pelaksanaan konstruksi. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan keuntungan bagi perusahaan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Karena itu, untuk menjadikan sebuah proyek pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana, sangat diperlukan operasional konstruksi dalam pengayaannya.

Memiliki manajemen konstruksi dalam hal keuangan yang baik juga dapat menjadikan sebuah perusahaan jasa konstruksi memiliki masa depan yang panjang.  Dengan itu pula, pihak-pihak yang terlibat mulai dari klien sampai pekerja akan mendapatkan keuntungan dari tender proyek konstruksi yang tengah berjalan.

Mengetahui Apa Itu Operasional Konstruksi

operasional konstruksi

Apabila Anda adalah orang yang sedang berkecimpung pada bidang konstruksi, pastilah istilah operasional konstruksi sudah tak asing lagi di pendengaran Anda. Istilah tersebut juga dikenal dengan sebutan construction operations yang dapat diartikan sebagai pekerjaan aktual dalam pembangunan suatu proyek.

Pembangunan proyek yang dimaksud merupakan segala sesuatu pekerjaan yang dapat melancarkan proses konstruksi sebuah bangunan, seperti membuat pondasi, mengecor, setting rangka besi, membangun tembok, menginstal atap, menginstal listrik, pipa, beserta beberapa aktivitas konstruksi lainnya yang dibutuhkan hingga bangunan pun terbentuk secara utuh. Selain itu, Anda juga harus mengingat bahwa  tujuan utama dari konstruksi adalah memastikan pekerjaan tepat biaya dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah terencana sebelumnya.

Dalam melakukan operasional konstruksi seluruh tim proyek harus fokus pada hal-hal berikut ini:

  • Kordinasi subkontraktor => memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan prosesnya serta pembiayaan proyek.
  • Penyiapan peralata dan material => mempersiapkan material serta peralatan yang dibutuhkan untuk proses pembangunan proyek.
  • Produktivitas => memastikan setiap pekerjaan dikerjakan sesuai dengan rencana.
  • Keamanan konstruksi => memastikan keamanan konstruksi yang terpusat pada keamanan pekerja serta dampak lingkungan.
  • Kontrol kualitas => memahami kualitas pengerjaan sesuai dengan rencana proyek.

Tetang Cara Mengatur Operasional Konstruksi

aturan konstruksi

Untuk menjalankan manajemen konstruksi dengan baik dalam upaya menyukseskan proses pembangunan hingga selesai, Anda memebutuhkan beberapa cara, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mengelola Material serta Peralatan Konstruksi dengan Efektif

Memastikan bahan material terkelola dengan baik serta mengatur dalam penggunaannya secara efektif dan efisien akan mengurangi biaya berlebih yang harus dikeluarkan oleh kontraktor bangunan.

Untuk menjalankan cara yang satu ini, Anda dapat menggunankan sistem inventaris sehingga akan memudahkan proses pengelolaan bahan material. Selain itu, Anda juga dapat mengatur arus keluar masuk bahan yang akan digunakan untuk menjalankan proyek yang sedang Anda dijalankan

2. Mengatur Pengiriman Material dengan Tetap Waktu

Bahan material merupakan bahan dasar yang sangat dibutuhkan dalam pengerjaan tiap proyek yang berjalan. Apabila Anda dapat mengatur pengiriman material serta tiap bahan dasar datang dengan tepat waktu, maka hal itu dapat memudahkan kontraktor dalam menjalankan proyek yang sedang dikerjakan.

3. Membuat Jadwal Pembayaran

Memiliki pencatatan penjualan yang baik disertai dengan pencatatan penagihan yang teratur tentu akan memudahkan Anda dalam hal pengelolaan keuangan konstruksi. Selain itu, hal ini juga dapat memantau revenue yang diterima tiap bulannnya.

4. Mengawasi Aktivitas Pekerja dengan Teliti

Waktu yang dibutuhkan oleh pekerja untuk menyelesaikan satu proyek telah direncanakan sebelumnya. Selain itu, Anda sudah tahu berapa jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk menggarap satu bagian dari proyek. Hal tersebut tentu akan berguna sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan, terutama terkait operasional konstruksi.

 

By |2019-05-08T20:21:24+00:00May 8th, 2019|Blog, konstruksi|