Peran Pajak dalam Pembangunan Nasional Indonesia

Pembangunan nasional merupakan rangkaian pembangunan yang berkesinambungan dan dilakukan secara terus menerus. Dalam upaya ini, maka dibutuhkan dana yang besar. Sumber pemasukan pajak untuk pembangunan nasional menjadi konstribusi terbesar. Maka dari itu, dalam pengolahan dana pajak ini maka dibutuhkan professionalitas yang tinggi.

Karena pentingnya pajak bagi negara, maka dibentuklah suatu Dirjen yang mengurusi khusus pajak di Indonesia. Kita mengenal istilah Direktorat Jenderal Pajak yang berkedudukan di Jakarta. Pelayanan dan pengawasan dilakukan oleh Dirjen ini untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pajak sesuai aturan Undang-Undang yang berlaku.

Pajak Untuk Pembangunan Nasional

pajak untuk pembangunan nasional

Dalam menciptakan kenyamanan bagi seluruh penduduk bangsa, maka dilakukan pembanguan dalam berbagai bidang. Yang termasuk di dalamnnya ialah pembanguann fisik maupun pembangunan sumber daya manusianya. Untuk itu, diperlukan sumber-sumber dana. Dalam hal ini, pajak adalah salah satunya.

Pajak maupun pendapatan negara lainnya dimanfaatkan untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi tertentu. Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 Pasal 11, disebutkan bahwa peruntukan pendapatan negara tersebut untuk beberapa tujuan di bawah ini :

  • Pelayanan umum
  • Pertahanan
  • Ekonomi
  • Lingkungan hidup
  • Ketertiban dan keamanan
  • Perumahan dan fasilitas umum
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Agama dan
  • Perlindungan sosial

Pajak menyumbangkan pemasukan besar dalam rangka mewujudkan fungsi-fungsi tersebut. Terbukti pada kosntribusi pendapatan negara dari pajak cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kini, pajak akan semakin kokoh pada posisi Primus Inter Pares sebagai sumber pendapatan negara Indonesia.

Baca Juga : Inilah Mengapa Indonesia saat ini Membangun Infrastruktur Secara Cepat

Fungsi-fungsi Pajak dalam Pembangunan

pajak untuk pembangunan nasional

Hampir di seluruh dunia, baik itu negara maju dan negara berkembang, pajak ditempatkan menjadi sumber utama untuk pembiayaan pembangunan. Menurut Speigelenberg, pajak memiliki fungsi bukan hanya sebagai functie budgeter atau taxation for revenue only. Akan tetapi pajak untuk pembangunan nasional juga memiliki fungsi untuk :

  • Mengatur tingkat pendapatan sektor swasta
  • Mengadakan redistribusi pendapatan
  • Mengatur volume pengeluaran di tingkat swasta

Selain fungsi di atas, Soemitro (1988: 108-110) juga menyatakan bahwa pajak memiliki dua fungsi utama dalam pembangunan nasional. Yang pertama ialah fungsi mengatur. Sedangkan yang kedua adalah fungsi budgetair.

  • Fungsi Anggaran (Budgetair) => sebagai sumber memasukkan uang ke kas negara yang akan dipakai untuk pembiayaan pengeluaran rutin negara. Jika masih surplus, maka selanjutnya akan dipakai untuk membiayai investasi pemerintah.
  • Fungsi mangatur (refulerend) => dalam hal ini pajak digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Selain itu, pajak juga mendorong penyaluran dana dari private saving ke private investment.

Jenis-Jenis Pajak Yang Berlaku di Indonesia

pajak untuk pembangunan nasional

Di Indonesia, ada jenis-jenis pajak yang berlaku. Ada pajak-pajak yang dibawah pengawasan pemerintah daerah, ada pula pajak yang berada di bawah Dirjen Pajak. Berikut ini beberapa jenis pajak berdasarkan lembaga pemungut pajak :

  • Pajak Negara (Pajak Pusat) => pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk pembiayaan rumah tangga negara. Jenis-jenis pajak negara ialah :
    • Pajak Penghasilan (PPh)
    • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
    • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Pajak Daerah => pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah baik tingkat I atau Pajak Provinsi, maupun oleh daerah tingkat II atau Pajak Kabupaten/ Kota. Pemasukan dari pajak ini dipakai untuk pembiayaan rumah tangga daerah masing-masing. Jenis pajak daerah adalah :
    • Pajak Air Tanah
    • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
    • Pajak Restoran
    • Pajak Hotel
    • Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak untuk pembangunan nasional telah menyumbangkan dana yang dimanfaatkan baik negara maupun daerah. Sebagai wajib pajak dibutuhkan kesadaran diri untuk membayar pajak. Dengan membayar pajak, warna negara Indonesia bisa menikmati hasil pembangunan, seperti fasilitas dan sarana umum.


Jl. Terusan Gn. Batu, Istana Pasteur Regency
Kav. CRB-88 2nd Floor, Sukaraja.
Bandung Jawa Barat
(022) 20569544
By |2018-11-16T02:52:53+00:00November 16th, 2018|Blog|