Variasi Jalan Tol, Dari Sistem Pembayaran Dan Pembangunan

 

Jalan adalah prasarana hubungan darat yang diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan, orang dan hewan. Jalan sendiri dikelompokan menjadi 2 yakni jalan umum dan jalan khusus. Jalan umum yakni jalan yang diperuntukan untuk lalu lintas umum sedangkan jalan khusus yakni termasuk jalan  yang tidak diperuntukan untuk umum (info tol, 2005). Sedangkan untuk jalan tol yaitu jalan umum yang kepada pemaiakannya dikenakan kewajiban untuk membayar tol dan merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang telah ada. Pembangunan jalan tol diselenggarakan dengan maksud untuk mempercepat perwujudan jaringan jalan dengan sebagian atau seluruh pendanaan yang berasal dari pengguna jalan untuk meringankan beban pemerintah.

Pembangunan jalan tol juga diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan efisien pelayanan jasa distribusi guna menunjukan pertumbuhan ekonomi dengan perkembangan wilayah dengan memperhatikan rencana induk jaringan jalan.

Di Indonesia sendiri, jalan tol sering disebut dengan anggapan jalan bebas hambatan, meskipun hal tersebut sebenarnya salah. Di dunia secara keseluruhan, tidak semua jalan bebas hambatan memerlukan bayaran. Jalan bebas hambatan tanpa berbayar diinamakan freeway atau expressway sedangkan jalan bebas hambatan berbayar dinamakan toll way atau tollroad.

Variasi Pembayaran dan Pembangunan Jalan Tol

pembangunan jalan tol

Pembayaran jalan tol kini telah berbagai macam caranya, ada yang dilakukan secara tunai, kredit ataupun dengan kartu pra bayar serta dengan sistem pengumpulan tol elektronik. Di beberapa negara di Eropa, pembayaran jalan tol dilakukan dengan menggunakan stiker yang ditempelkan pada kaca depan mobil. Beberapa gerbang tol bahkan bersifat otomatis. Yang mungkin bervariasi sesuai dengan jarak tempuh, gedung dan juga biaya pemeliharaan tol serta jenis kendaraan.

Tiga sistem pembangunan jalan tol diantaranya adalah sistem terbuka, tertutup dan jalan terbuka. Untuk jalan tol modern kini telah menggunakan kombinasi dari tiga sistem tersebut, yakni dengan berbagai tol masuk dan keluar yang dilengkapi dengan jalur utama sesekali.

  1. Jalan Tol Terbuka

Pada sistem tol terbuka, semua kendaraan berhenti di berbagai lokasi di sepanjang jalan untuk membayar tol. Meskipun hal ini dapat menghemat uang dari kurangnya kebutuhan untuk membangun gerbang tol di setiap jalan keluar, hal ini dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas sementara lalu lintas antrian di gerbang tol jalur-utama (hambatan tol). Hal ini juga memungkinkan pengendara untuk memasuki jalan tolterbuka setelah gerbang tol dan keluar sebelum gerbang tol yang berikutnya, sehingga pengendara dapat menggunakan jalan tol, walaupun tidak membayar.

  1. Jalan Tol Tertutup

Dalam jalan tol tertutup, kendaraan mengambil tiket tol ketika akan memasuki jalan tersebut. Kemudian ketika pengemudi akan keluar, ia harus membayar dengan jumlah yang tercantum. Kemudian jika tiket tol tersebut hilang, maka pengemudi harus membayar sesuai dengan jumlah maksimum yang mungkin untuk perjalanan di jalan tersebut. Jalan tol yang pendek biasanya hanya sebagai jembatan untuk menghubungkan daratan yang tersela sungai dan tidak memiliki pintu masuk ataupun keluar di tengahnya biasanya hanya memiliki satu rest area atau plaza.

  1. Jalan Tol Elektronik

Dalam sistem jalan tol elektronik, anda tidak bisa membayar dengan uang tunai. Biasanya jalan tol ini dikumpulkan menggunakan transponder yang dipasang pada kaca setiap kendaraan yang terkait dengan rekening nasaban yang di debit untuk setiap penggunaan jalan tol. Dengan rancangan pintu tol khusus untuk pengumpulan elektronik semacam ini, maka akan mungkin untuk menerapkan jalan tol dengan sistem terbuka dimana pelanggan tidak perlu untuk memperlambat laju kendaraannya sama sekali ketika melawati pintu atau gerbang tol.

By |2019-06-06T12:03:47+00:00June 6th, 2019|Blog|