Pentingnya Membangun Trotoar untuk Pejalan Kaki

Salah satu proyek kerja pembangunan infrasutruktur di Indonesia yang tak kalah penting dilakukan adalah pembanguan trotoar sebagai jalur bagi para pedestrian (pejalan kaki). infrastruktur yang satu ini dibuat sebagai bentuk hak para pejalan kaki yang melintas di area yang sering dilewati berbagai kendaraan bermotor. Sleian itu, pembangunan ini juga dilakukan supaya para pedestrian tersebut terhindar dari kecelakaan.

Seberapa Pentikah Pembangunan Trotoar Itu?

pembangunan pedestrian

Trotoar itu sendiri merupakan sejenis proyek infrastrutur yang dibuat sebagai jalur khusus bagi para pejalan kaki. Bangunan tersebut sangat penting untuk dibanguan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang melintas di beberapa daerah tempat kendaraan bermotor juga lewati.

Pembangunan trotoar ini juga telah disepakati berdasarkan  keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.76/KPTS/Db/1999 tanggal 20 Desember 1999 yang  mengatakan bahwa trotoar adalah bagian dari jalan raya yang khusus disediakan untuk pejalan kaki.

Selain itu, hal yang tidak kalah penting, mengenai perlu tidaknya pembanguan trotoar dapat diidentifikasikan berdasarkan jumlah para pejalan kaki yang berjalan dijalan. Hal itu dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki.

Syarat Pembangunan Trotoar

pentingnya trotoar

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembangunannya, di antaranya:

1. Letak Penempatan Trotoar

Hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan trotoar salah salah satunya adalah letak penempatan yang tepat. Berikut ini adalah panduan untuk penempatan yang baik untuk pembangunannya:

  • Trotoar dibangun di kawasan yang  kemungkinan akan banyak dilalui para pejalan kaki, misanya di dekat sekolah, perkantoran, tempat pembelanjaan, pasar, terminal, dan sebagainya.
  • Trotoar di bangun di samping atau di bahu jalan. Atu bisa juga pembanguannnya dilakukan di sisi luar lajur lalu lintas apabila terdapat tempat parkir kendaraan.
  • Dibuat secara sejajar dengan jalur jalan.
  • Jika berada di dekat halte, trotoar dibangun sejalur dengan halte tersebut.
  • Trotoar dibuat sesuai dengan volume pejalan kaki dengan waktu tertentu.
  • Bisa ditempatkan di sisi sekitar saluran drainace terbuka.

2. Dimensi yang Tepat

Pembuatan trotoar itu sendiri mesti dibangun dengan dimensi yang tepat supaya dapat difungsikan dengan baik dan sesuai. Misalnya dengan adanya ruang bebas dan tak terdapat gangguan dari kendaraan. Atau juga dengan ukuran dan lebar yang mencukupi (sekitar minimal 2 meter).

3. Struktur dan Kemiringan

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adal struktur dan kemiringan dari trotoar itu sendiri. Misalnya dibangun dengan menggunakan balok beton, permukaan trotoarnya mesti rata dan dengan kemiringan melintang yang juga sesuai (minimal 1-4% dan maksimal 10%).

4. Ramah Bagi Difabel

Pejalan kaki bukan hanya orang normal, melainkan juga bagi penyandang difabel. Pembangunan trotoar juga mesti memerhatikan kermahan bagi para penyandang supaya memiliki kesempatan terhadap akses jalan yang sama seperti halnya orang pada umumnya.

Supaya bisa mengguakan trotoar dengan nyaman ada baiknya dalam pembangunannya disediakan beragam fasilitas yang dapat membuat mereka lebih mudah menggunakannya. Seperti dengan adanya keramik berulir atau keramik bertanda khusus.

5. Saluran Drainace Tertutup

Hal yang tidak kalah penting dalam pembangunan trotoar selanjutnya adalah tertutupnya saluran drainace. Biasanya, trotoar yang dibangun di atas saluran drainace ini selalu terdapat lubang-lubang tertentu.

Lubang tersebut harus ditutup supaya para pedestrian dapat dengan nyaman dan aman berjalan di tempat tersebut. Selain itu, penutupan lubang drainace ini dimaksudkan supaya pejalan kaki tidak mudah terperosok dan jatuh di sekitar area trotoar yang telah dibangung. Biasanya penutupannya menggunakan tutup manhole.

 

By |2019-09-03T04:24:28+00:00September 3rd, 2019|konstruksi|