Apa Itu Beban Minimal pada Bangunan Konstruksi?

Hal lainnya yang mesti diketahui dalam pengadaan proyek konstruksi adalah pengertian beban minimal bangunan pada gedung. Lalu, mengapa hal tersebut begitu penting dalam pembangunan konstruksi?

Pengertian Beban Minimal Bangunan pada Gedung dalam Konstruksi

beban minimal bangunan

Apa yang Anda tahu terkait pengertian beban minimal pada bangunan kontruksi itu? Hal tersebut berkaitan dengan beban pada bangunan konstruksi dalam hitungan paling rendah, di mana tiap beban memiliki karakteristiknya tersendiri terutama dari rancangan bangunan struktur.

Tujuan utama dari rancang bangun struktur itu sendiri di antarnya adalah untuk menyediakan ruang agar dapat menjalankan fungsinya. Jika seorang arsitek tengah membuat rancangan atau desai bangunan struktur, pasti juga akan mempertimbangkan beban dari struktur itu sendiri.

Struktur bangunan tersebut terbuat dari bahan yang bermassa. Maka dari itu, beratnya sendiri. Tidak hanya itu,  struktur pun ternyata dipengaruhi hal-hal yang ada di luar akibat kondisi-kondisi alam.

Untuk itu, dalam rancangan bangunan konstruksi diperlukan tinjauan beban. Dalam arti lain, tidak boleh hanya menentukan besaran atau intensitasnya saja, tetapi juga harus meninjau dalam kondisi bagaimana beban tersebut diterapkan pada struktur, termasuk beban minimal bangunan.

Macam-macam Beban

macam-macam beban

Anda telah mengetahui pengertian beban minimal pada bangunan. Hal lain yang mesti diketahui adalah macam-macam beban, di antaranyaadalah sebagai berikut:

1. Beban Mati

Beban mati merupakan beban-beban yang ada pada bangunan konstruksi yang bekerja secara vertikal ke bawah pada struktur dan mempunyai karakteristik bangunan. Misalnya, penutup lantai, alat mekanis, dan partisi.

Untuk mengerti tentang desain struktur bangunan, besarnya beban mati harus ditaksir atau ditentukan terlebih dahulu.  Elemen-elemen ini  memiliki beban dan dapat ditentukan dengan mudah dengan derajat ketelitian cukup tinggi.

Berat satuan beberapa material konstruksi dan komponen bangunan gedung dapat ditentukan dari peraturan yang berlaku.

Berikut ini adalan beban minimal dari komponen-komponen bangunan yang harus dipenuhi:

  • Atap genting, usuk, dan reng adalah 50 kg/m2
  • Plafon dan penggantung adalah 20 kg/m2
  • Atap seng gelombang adalah 10 kg/m2
  • Adukan/spesi lantai per cm tebal adalah 21 kg/m2
  • Penutup lantai/ubin per cm tebal adalah 24 kg/m2
  • Pasangan bata setengah batu adalah 250 kg/m2
  • Pasangan batako berlubang adalah 200 kg/m2
  • Aspal per cm tebal adalah 15 kg/m2

2. Beban Hidup

Beban hidup merupakan beban yang bisa ada atau tidak ada pada struktur untuk suatu waktu yang diberikan dalam bangunan kontruksi. Jenis beban yang satu ini masih dapat dikatakan bekerja secara perlahan-lahan pada struktur. Selain itu, beban hidup merupakan beban yang diakibatkan oleh hunian atau penggunaan (occupancy loads) adalah beban hidup. Misalnya berat manusia, perabot, barang yang disimpan, dan sebagainya.

Beban hidup yang bekerja pada struktur dapat sangat bervariasi, sebagai contoh seseorang dapat berdiri di mana saja dalam suatu ruangan, dapat berpindah-pindah, dapat berdiri dalam satu kelompok.

Besarnya beban hidup itu sendiri harus diperhitungkan pada struktur bangunan gedung. Selian itu pada umumnya dapat ditentukan berdasarkan standar yang berlaku.

Berikut ini adalah hitungan minimal beban hidup pada bangunan:

  • beban hidup pada atap adalah 100 kg/m2
  • Lantai rumah tinggal adalah 200 kg/m2
  • Lantai sekolah, perkantoran, hotel, asrama, pasar, adalah 200 kg/m2
  • Panggung penonton adalah 500 kg/m2
  • Lantai ruang olah raga, lantai pabrik, bengkel, gudang, tempat orang berkumpul, perpustakaan, toko buku, masjid, gereja, bioskop, ruang alat atau mesin adalah 400 kg/m2
  • Balkon, tangga adalah 300 kg/m2
  • Lantai gedung parkir : Lantai bawah adalah 800 kg/m2
By |2019-09-02T08:18:19+00:00September 2nd, 2019|konstruksi|