Penjelasan Tentang Interior dalam Arsitektur

Jika Anda bergelut di bidang desain atau pasti sudah tak asing mengartikan perngertian interior. Istilah tersebut biasanya selalu dihubungkan dengan kondisi atau keadaan pada bangunan atau ruang didalamnya. Perancangan interior meliputi bidang arsitektur yang melingkupi bagian dalam suatu bangunan. Contoh : Perancangan interior tetap, bergerak, maupun dekoratif yang bersifat sementara.

Pengertian Interior yang Dapat Anda Pahami

arti interior

Pengertian desain interior atau interior desain adalah sebuah hal yang berkenana dengan bidang kreatif beserta solusi-solusi teknis yang diterapkan kedalam struktur yang dibangun. Desain interior sendiri ditujukan untuk mencapai lingkungan di dalam sebuah ruang. Keberadaan hal tersebut bersifat fungsional, diantaranya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan budaya penghuninya serta memunculkan kesan memimiliki estetika dalam sebuah ruangan sehingga dapat terlihat lebih menarik.

Dalam desain interior sendiri, terdapat tiga hal yang tidak terlepas dari hal terseut serta dijadikan sebagai acuannya, yaitu:

  • Ruang
  • Alat
  • Manusia (User)

Untuk memahami  pengertian interior diperlukan penguasaan sejumlah pengetahuan yang berkait dengan aspek kebutuhan manusia di dalam ruang sebagai makhluk individual maupun sosial. Pengetahuan yang dimaksud meliputi: sejarah desain, psikologi, sosiologi, ergonomi, konstruksi bangunan, fisika teknik, metodologi dan estetika.

Selanjutnya, hal yang bisa mendukung serta yang sangat diperlukan adalah penguasaan keterampilan dalam proses perancangan desain interior, di antaranya adalah kemampuan membuat program, kemampuan membuat presentasi desain, kemampuan komunikasi dan sebagainya.

Dalam adanya proses desain terdapat keunikan tersendiri seperti sebuah pendapat yang menyatakan bahwa proses desain itu tidak selalu merujuk kepada satu jawaban pasti dan benar. Melainkan, hal ini sering merujuk pada satu solusi yang tepat untuk suatu menghadapi masalah yang berkenaan dengan segala sesuatu tentang desain.

Prisip dasar dari Desain Interior

prinsip dasar desain interior?

Terdapat tujuh prinsip dasar yang tercangkup dalam interior design, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Unity and Harmony

Unity dan harmony memiliki arti dalam sebuah  ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana segala elemen dapat saling melengkapi dan saling menyatu satu dengan yang lainnya sehingga dalam pengadaan desain interior akan tercipta komposisi yang seimbang.

2. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan atinya tidak memihak satu sisi atau juga tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dan sebagainya. Segala sesuatu yang  penuh seimbang akan menciptakan unity dan harmony, termasuk dalam desain interior. Keseimbangan di sini terbagi menjadi 3 yaitu:

  • Keseimbangan Simetris => terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda.
  • Keseimbangan Asimetris => terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan.
  • Keseimbangan Radial => di mana semua elemen yang didesain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.

3. Vocal Point

Maksud dari Vocal Point  adalah aksen yang dijadikan sebagai daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih. Misalnya vocal point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.  Warna juga detail serta bentuk tertentu yang diberikan dapat dijadikan sebagai vocal point.

4. Ritme

Ritme dalam sebuah desain interior dapat diartikan sebagai semua pola pengulangan tentang visualRitme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

5. Detail

Pada desain interior, detail mencangkup segala hal yang berkaitan dengan kelengkapan yang ada pada ruangan. Mulai dari furniture utama, furniture tambahan, hingga furniture artivasial. Detail-detail tersebut juga berpengaruh besar terhadap suasana ruang yang tercipta.

6. Skala dan Proporsi

Skala dan proporsi merupakan kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Skala dan proporsi disini berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan civitas yang berada di dalam ruangan.

7. Warna

Warna pada desain interior sangat berpengaruh terhadap mood dan suasana ruang. Warna-warna yang soft akan cenderung menciptakan suasana ruang yang menenangkan, sedangkan warna-warna cerah akan memberikan suasana ruang yang menyegarkan.

Desain interior juga bisa dijadikan acuan dalam pembuatan rumah dalam bebagai gaya, begitu pula dengan rumah dengan gaya modern. Dapat diartikan bahwa hal tersebut merupakan komponen pendukung dalam hal proses konstruksi, khususnya dalam ruangan.

By |2019-04-18T04:58:45+00:00April 18th, 2019|Blog|