Mengetahui Tentang Sertifikat Keterampilan dalam Bidang Konstruksi

Dalam menjalankan perusahaan jasa konstruksi, tentu tidak dapat dilakuakn dengan sembarangan. Terdapat surat-surat penting serta beberapa hal yang mesti diurus kepemilikannyanya. Misalnya, SKA (Surat Keahlian Kerja) dan juga SKT (Surat Keterampilan Kerja). Kedua sertifikat tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk menyatakan kompetibilitas perusahaan konstruksi. Lalu, apa itu pengertian SKT konstruksi yang sebetulnya?

Pengertian SKT Konstruksi yang Mesti  Dipahami

sertifikat ahli

 

Sebab kemajuan zaman serta perkembangan teknologi, penerbitan beberapa sertifikat bidang konstruksi, termasuk SKT dapat dilakkan dalam bentuk elektronik. Penerbitan sertifikat keterampilan tersebut dihasilkan dari aplikasi Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) yang digunakan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Kemudian, sertifikat yang diterbitkan dalam bentuk elektronik tersebut memiliki fungsi yang sama dengan sertifikat dalam bentuk fisik yang sudah terdaftar serta sesuai dengan keberadaan Peraturan Perundang-undangan (PP) di Indonesia.

Sebelum beranjak lebih jauh, Anda harus mengetahui pengertian SKT konstruksi sebagai salah satu bagian yang tak kalah penting atau syarat penting perusahaan jasa konstruksi. SKT atau Sertifikat Keterampilan Kerja ini merupakan sertifikat keterampilan yang diterbitkan LPJK. hal tersebut diberikan kepada tenaga terampil konstruksi sebagai bukti kompetensi.

Hingga pada saat ini, terdapat  sekitar 188 sertifikat dari berbagai bidang Arsitek, Elektrikal, Mekanikal, Sipil, Tata Lingkungan serta yang lainnya yang telah terbit. Kualifikasi tenaga terampil konstruksi terdiri ini biasanya dari Kelas I, Kelas II, dan Kelas III.

Kemudian, hal lainnya yang seti Anda ketahui Sertifikat Keterampilan ini juga bisadigunakan sebagai tindak lanjut kepengurusan SBU atau  Sertifikat Badan Usaha (SBU). Selain itu, biasanya pengurusan sertifikat bisa diproses di tempat domisili atau berbagai daerah tertentu. Juga, SKT ini juga bisa digunakan untuk tender dalam suatu proyek pada bidang konstruksi yang akan dilakukan. Dengan adanya hal tersebut, tentu akan lebih memudahkan Anda dalam mengurusnya. Hal lain yang harus Anda ketahui adalah sertifikat digital yang asli memiliki QR code khusus.

Tujuan Memiliki Sertifikat Keterampilan Kerja (SKT)

Happy young Asian couple and realtor agent. Cheerful young man signing some documents while sitting at desk together with his wife. Buying new house real estate. Signing good condition contract.

 

1. Memenuhi Syarat Undang Undang Jasa Konstruksi

Kepemilikan SKT merupakan suatu kewajiban bagi para Tenaga Ahli, terutama di bidang Konstruksi. Hal ini dikarenakan bahwa memiliki Sertifikat Keahlian serta Keterampilan Kerja sudah tetcatat pada Peraturan Pemerintah Indonesia, tepatnya pada  UU Jasa Konstruksi No. 18 Tahun 1999.

Selama Anda berstatus sebagai WNI (Warga Negara Indonesia), maka Anda pun dituntut untuk peraturan ini tetap belaku untuk Anda & dan sejatinya ini merupakan kewajiban sebagai warga Indonesia.

Kepemilikan SKT merupakan bentuk pertanggungjawaban serorang warga negara terhadap keterampilan yang dimiliki juga sebagai warga Indonesia yang taat pada Negara.

2. Sebagai Bentuk Pertanggung Jawaban Keterampilan pada Masyarakat

Selain untuk menunjukan pertanggung jawaban terhadap negara, sertifikat keterampilan ini juga adalah bagian dari bentuk pertanggungjawaban Anda terhadap masyarakat untuk memberikan jaminan supaya keahlian dan keterampilan yang Anda miliki tidak diragukan.

Apabila Anda memiliki STK, masyarakat akan percaya bahwa Anda menggeluti bidang yang Anda ahli di dalamnya.

3. Sebagai Pertanggungjawaban Terhadap Perusahaan

Tujuan memiliki SKT selanjutnya adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban Anda terhadap Perusahaan yang Anda ikuti. Dalam hal ini, perusahaan jasa konstruksi juga akan menilai kinerja serta keahlian Anda berdasarkan nilai pada SKT yang dimiliki. Hal ini sebagai jaminan  berjalannya suatu proyek dengan lancar. Maka dari itu, Perusahaan mewajibkan setiap tenaga ahli profesional untuk memiliki sertifikasi yang resmi dan telah ditandatangani oleh lembaganya.

 

By |2019-05-13T02:39:31+00:00May 8th, 2019|Blog|