Apa SAja Perbedaan Metode Pekerjaan Sipil Basah dan Sipil Kering?

Bangunan merupakan salah satu bentuk pekerjaan sipil yang ada di dunia konstruksi. Terdapat dua jenis pekerjaan sipil, yaitu sipil basah dan sipil kering yang memiliki metode berbeda daalm pengerjaannya. Lalu apa saja perbedaan metode kerjaan pada sipil basah dan kering itu sendiri? Apakah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut pun juga ikut berbeda?

Maka dari itu, sebagai orang yang terlibat dalam dunia konstruksi, maka sangat penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk pekerjaan sipil. Pekerjaan sipil yang dimaksud bisa berupa pekerjaan sipil basah, maupun pekerjaan sipil kering.

Metode Kerjaan pada Sipil Basah

metode kerjaan sipil basah

Dalam dunia konstruksi, terdapat perbedaan metode kerjaan sipil basa dan kering. Kedua hal tersebut tentu berbeda satu sama lain dari mulai perencanaan, jenis bangunan, beserta pengerjaannya.

Mengapa pengerjaan proyeknya disebut pembangunan sipil basah? Pengerjaan sipil basah itu sendiri merupakan usaha untuk merealisasikan bangunan di mana bangunan tersebut dikaitkan dengan keberadaan suatu bangunan atau suatu tempat yang dibangun berhubungan dengan air. Selain itu, biasanya tiap sudut pembangunannya akan berinteraksi dengan tempat-tempat yang basah atau berair atau juga dengan tanah.

Beberapa jenis bangunan yang dikerjakan melalui proyek pengerjaan sipil basah ini di antaranya adalah: bendungan, bendung, waduk, saluran irigrasi, pelabuhan, dan bangunan lainnya yang berhubungan dengan air dan tanah.

Sementara itu, pengerjaan yang dilakukan dalam proyek yang satu ini meliputi pengerjaan pondasi (terutama pondasi bagian dalam), pengerjaan jembatan di sekitar peraiaran, pekerjaan hidrologi, serta pengerjaan pelabuhan di sekitar area pantai dan laut, dan masih banyak lagi yang bisa dikerjakan.

Metode Kerjaan pada Sipil Kering

metode kerjaan sipil kering

Selai sipil basah, sebagai orang yang bergelut di bidang konstruksi juga mesti mengetahui apa itu sipil kering. Pembangunan sipil kering dilakukan dengan cara melakukan pekerjaan sebuah proyek bangunan di mana dalam setiap pengerjaannya berinteraksi dengan berbabagi macam bangunan dengan tempat-tempat kering.

Beberapa jenis bangunan yang menjadi bagian dari proyek sipil kering di antaranya adalah berbagai macam gedung seperti sekolah, rumah, bioskop, pabrik; jalan raya dan jembatan; tempat pemberhentian kendaraan seperti terminal, bandara, stasiun, dan yang lainnya.

Elemen yang harus diperhatikan dalam menjalankan metode kerjaan sipil kering itu sendiri meliputi atap dan rangka atap, ring balok dan kolom, dinding, sloof, pintu, jendela, ventilasi, kunci-kunci, plafon, serta lantai.

Perbedaan metode kerjaan sipil basah dan kering ini tentu sangta mencolok karena memang salah satu berhubungan dengan air dan salah satunya lagi berhubungan dengan darat. Selain itu, pengerjaan proyeknya juga bisa dilihat dari berbagai macan jenis bangunan yang dikerjakan.

Dalam mengerjakan proyek bangunan memang sangat penting mengetahui pekerjaan sipil basah dan kering serta bangunan seperti apa yang sedang dikerjakan. Namun, tidak hanya itu Anda pun harus mengetahui material yang cocok dalam mejalankannya. Mengapa? Hal ini dikarenakan supaya infastruktur yang sedang dibangun dapat terelaisakian sesuai dengan perencanaan.

Bukan hanya itu, prengerjaan proyek yang sesuai dengan standar tertentu juga akan menjadikan bangunan yang telah dibangun dapat menjalankan fungsinya masing-masing, misalnya:

  • Pengerjaan pelabuhan untuk memudahkan seluruh aktivitas dan kegiatan di seputar laut.
  • Pengerjaan bandara untuk memudahkan akses selain dengan menggunakan jalur darat.
  • Pengerjaan bendungan untuk bisa dimanfaatkan sebagai PLTA (Pembangit Listrik Tenaga Air).
  • Pembangunan perumah untuk memberikan hunian yang layak bagi orang-orang, dan juga fungsi lainnya.
By |2019-08-31T07:14:08+00:00August 31st, 2019|konstruksi|