Refinery Development Master Plan Atau RDMP

Pernah mendengar kata RDMP? Singkatan ini asing ditelinga kita. Yah, ini memang sebuah istilah singkatan dibahasa perproyekan, terutama proyek kilang minyak. RDMP sendiri memiliki kepanjangan Refinery Development Master Plan atau perubahan kilang lama.

RDMP ini memiliki tujuan untuk merivatalisasi kilang lama yang nantinya akan menambah produksi minyak menjadi 150% dari sebelumnya. Hal ini yang akan memenuhi kebutuhan minyak nasional menjadi 1,6 bph. Artinya ini merupakan salah satu cara untuk memperbaiki ketahanan energi. Jadi selain dengan membangun kilang baru, solusi yang terbilang lebih ekonomis adalah dengan RDMP. Karena hal ini hanya perlu pemeliharaan dan juga perbaikan kilang yang sudah ada.

Nilai Positif Adanya Proyek RDMP

rdmp 1

RDMP adalah proyek yang cukup penting bagi Indonesia. Sebab hal ini mendekatkan dengan tujuan sebagai swasembada BBM. Maka proyek tersebut akan membantu pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar kilang. Karena proyek ini akan banyak menyerap tenaga kerja hingga puluhan ribu orang. Belum lagi proyek yang biasa disebut revitalisasi kilang minyak ini akan pension, artinya akan membuka lapangan kerja yang baru. Dan wilayah sekitar akan diuntungkan, sebab infrastruktur sebagai penunjang pelancaran proyek akan lebih di perbatikan dan bisnis baru akan lebih terbuka, seperti kuliner, wisata, hiburan ataupun jasa.

Maka proyek RDMP akan lebih mendaulatkan Indonesia di sektor migas dan juga energi. Sehingga jika mega proyek ini terlaksana di Indonesia, maka Indonesia dapat lebih maju dari negara negara tetangganya. Dan output lain yang lebih jauh adalah Indonesia dapat lepas dari impor minyak.

Kebutuhan Minyak Nasional Terus Meningkat Setiap Tahun

rdmp 3nd

Kebutuhan minyak nasional terus meningkat tiap tahunnya. Sekarang angkanya telah mencapai 1,6 juta barel per hari. Sebuah angka yang fantastis! Presiden Indonesia terpilih, atau Bapak Ir, H Joko Widodo sendiri memiliki keinginan untuk melepaskan Indonesia dari impor minyak di tahun 2023 dengan Swasembada BBM. Secara gampang pemikiran orang adalah ini hal yang mustahil.

Bila kita hitung-hitungan secara sederhana, kebutuhan minyak nasional sekitar 1,6 juta bph, sementara produksi minyak Pertamina dari kilang Indonesia hanya sekitar 1,05 juta bph. Itu pun masih biasanya yang terpenuhi hanya sekitar 850 – 950 ribu bph. Sisanya kita nombok lewat impor minyak. Bagaimana bila peningkatan kebutuhan seperti bulan puasa dan musim liburan? Tentu saja nilai impor pun akan bertambah. Apalagi kilang minyak membutuhkan perawatan, jadi semakin tinggi pula nilai impor minyak.

Sudah lama kita dalam kondisi seperti ini, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa harga minyak sering berubah, ya karena impor ini. Bila dibiarkan kondisi ini akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena hal-hal yang harusnya bisa digunakan lewat devisa negara, habis untuk impor minyak.

Pemerintah dan Pertamina mencoba menghadirkan solusinya lewat RDMP (Refinery Development Master Plan) atau perubahan kilang lama dan NGRR (New Grass Root Refinery) atau juga pembangunan kilang baru.

Dua Proyek RDMP Di Indonesia

proyek rdmp

Saat ini Indonesia sedang melaksanakan dua proyek RDMP yang dipersiapkan. Dua proyek RDMP adalah RDMP Cilacap berupa peningkatan kapasitas menjadi 370 ribu barel per hari dengan kompleksitas 8,6 NCI dan RDMP Balikpapan Fase  satu dengan proyeksi kapasitas produksi 360 ribu barel per hari.

Fase pertama RDMP Balikpapan berupa pengembangan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) baru berkapasitas 100 ribu barel per hari dengan proyeksi belanja modal US$ 2,6 miliar.  RFCC Balikpapan diproyeksikan tuntas pembangunannya pada 2019. Fase kedua berupa unit tambahan dengan taksiran belanja modal US$ 2 miliar dan diharapkan tuntas pembangunannya pada 2022. Saat ini sudah persiapan lahan dengan dimulai dari penyiapan pembangunan fungsi hunian sebagai penunjang.

RDMP kedua adalah Cilacap, dengan nilai investasi sebesar US$ 5miliar dan diproyeksikan tuntas pembangunannya pada 2022.  Pertamina telah memilih Saudi Aramco sebagai strategic partner dan Amex Foster Wheeler sebagai pelaksana BED. Kapasitas produksi RDMP Cilacap sekitar 20 ribu barel per hari.

By |2019-06-01T10:13:33+00:00June 1st, 2019|Blog|