Tujuan Kepemilikan SKA (Sertifikat Keahlian) Pada Bidang Konstruksi

Untuk menjalankan usaha pelaksanaan jasa konstruksi, Anda pasti memerlukan sertifikat keahlian sebagai bukti bahwa perusahaan jasa konstruksi Anda memiliki kepercayaan dari klien. Selain itu sertifikasi ini juga merupakan bukti adanya kompetensi kemampuan Anda yang tengah bergelut pada bidang tersebut.

Apa itu Sertifikat Keahlian atau SKA?

sertifikat keahlian

Pembuatan Sertifikat Keahlian (SKA) seringkali disangdingkan dengan Sertifikat Keterampilan (SKT). Biasanya kedua sertifikat tersebut akan dibutuhkan untuk keperluan perusahaan jasa konstruksi. Dengan memiliki sertifikat keahlian, seseorang dinyatakan telah memiliki keahlian ataupun keterampilan dalam sub bidangnya secara profesional.

Lalu, apa definisi dari Sertifikat itu sendiri? SKA juga dikenal dengan Sertifikat Keahlian Kerja, hal tersebut memiliki arti sebagai bukti kompetensi dan kemampuan profesi tenaga ahli bidang Kontraktor atau Konsultan. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikat tersebut di antaranya:

  • Ahli Utama
  • Ahli Madya
  • Ahli Muda

Sebetulnya, syarat utama untuk pengurusan sertifikasi dan registrasi badan usaha bidang jasa konstruksi adalah memiliki tenaga ahli bersertifikat keahlian atau SKA yang salah satu tujuannya adalah untuk ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) atau Penanggung Jawab Bidang (PJB) pada sebuah proye konstruksi. Selain itu, SKA pun akan dikeluarkan oleh asosiasi profesi jasa konstruksi yang telah terakreditasi yaitu Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Tujuan dari Sertifikat Keahlian Kerja (SKA)

tujuan sertifikat keahlian

Pentingnya SKA tentu tidak serta merta dibuat dengan tanpa alasan. Berikut ini adalah tujuan yang mendasari begitu pentingnya sertfikat tersebut bagi seseorang yang bergelut pada bidang konstruksi, di antaranya:

1. Untuk Memenuhi Syarat Undang-Undang

Salah satu tujuan dari memiliki SKA salah satunya adalah untuk memenuhi syarat Undang-Undang. Di Indonesia sendiri, ada Undang-Undang yang mengatur tentang Jasa Konstruksi, tepatnya berada pada No 18 tahun 1999. Selain itu juga ada Keppres dan SK Menteri tentang Pengadaan Jasa Konstruksi. Sebagai seorang pakar tenaga ahli yang resmi, perlu adanya memiliki sertifikat keahlian tersebut.

2. Sebagai Bukti Pertanggung Jawaban Kepada Masyarakat

Selain untuk memenuhi syarat Undang Undang, sertifikasi kealian ini juga bertujuan sebagi  adalah bukti pertanggung jawaban kepada masyarakat. Dengan adanya SKA masyarakat pun akan mengakui kompetensi anda sebagai seorang ahli dalam bidang konstruksi, sebab SKA ataupun merupakan sebuah bukti nyata yang sah yang di keluarkan oleh LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

3. Sebagai Acuan Industri Konstruksi di Indonesia

Tujuan kepemilikan SKA selanjutnya adalah untuk dijadikan acuan industri konstruksi khususnya di Indonesia. Kita dapat melihat kualitas industri konstruksi di Indonesia melalui sertifikat SKA yang dimiliki seseorang. Selain itu, ketika seorang tenaga ahli (profesional) menangani sebuah proyek konstruksi, kemampuannya juga dapat dilihat dari sertifikat SKA yang dimilikinya. Kemudian,hal ini juga bisa dijadikan acuan untuk menunjukkan kemampuan atau kompetensi seseorang di tingkat nasional serta juga bisa untuk skala international.

4. Sebagai Penunjang Keberhasilan Proyek Konstruksi

Salanjutnya, SKA ini juga dapat digunakan sebagai penunjang keberhasilan sebuah proyek konstruksi. Pada umumnya, pada sebuah proyek konstruksi yang mempekerjakan buruh atau para pekerja konstruksi beserta anggota tim lainnya diharuskan memiliki sertifikat tersebut. Jika tidak, proses berjalannya sebuah proyek konstruksi dapat terhambatapabila tim yang bekerja tidak memiliki sertifikat yang dimaksud.

Maka, dipastikan orang yang tergabung dalam tim proyek konstruksi sangat disarankan bahkan harus memiliki sertifikat tersebut (SKA). Jika belum, perlu mengurus untuk memilikinya sesegera mungkin supaya pengerjaan proyek konstruksi dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

 

By |2019-05-13T02:48:56+00:00May 8th, 2019|Blog, konstruksi|