Sifat-Sifat Material Dalam Sebuah Konstruksi

Beberapa macam sifat-sifat material dalam kontruksi memiliki keunikan dalam jenisnya masing-masing. Seperti di khalayak umum bangunan terdiri dari beberapa unsur senyawa dan campuran. Kemudian menjadikan satu komponen tertentu. apabila suatu bahan bangunan memiliki unsur dari zat-zat yang telah dicampun dengan zat-zat lainnya maka hasil dari penggabungan itu disebut sebagai hasil dari campuran kimia.

Sifat senyawa kimia sendiri memiliki peran penting itu dikarenakan ada kaitan dengan bahan bangunan diantaranya adalah, asam, basa, dan garam. Sedangkah bahan bangunan pada biasanya bisa dikelompokan ke dalam senyawa organis dan anorganis. Contohnya adalah plastik,cat,bitumen sendangkan senyawa anorganis misalnya baja, besi, tembaga, seng, almunium dan timah.

Yang perlu diketahui dari bahan bangunan adalah sifat kerapatan yaitu perbandingan antara volume biasa dan volume absolut, bagi setiap bahan bangunan kerapatannya (densitas) biasanya kurang dari 100%, Proritas yaitu perbandingan volume pori-pori dan volume total dari bahan bangunan tersebut. Kedua sifat sangat penting diketahui bagi tiap-tiap bahan bangunan mengingat bahwa angka-angka tersebut bagi bahan bangunan menunjukan antara lain kekuatan, sifat bahan terhadap air, hantaran panas.

Konduktifitas Dalam Sebuah Material

sifat material

Dalam hubungan dengan panas maka bahan bangunan juga perlu di ketahui sifat-sifatnya, misalnya sebuah dinding yang terbuat dari beton mempunyai konduktifitas yang berbeda dengan bahan bangunan erat sekali hubungannya dengan penggunaan bahan bangunan seperti: macam,tebal digunakan. Untuk isolasi panas maka digunakan bahan bangunan yang mempunyai konduktifitas yang rendah.

Keawetan adalah suatu sifat bahan bangunan yang perlu diketahui, keawetan adalah ketahanan suatu bahan bangunan yang terhadap gangguan dang pengaruh alam organis lainnya.

Bahan bangunan yang di gunakan dalam konstruksi bangunan mengalami bermacam-macam beban seperti: beban tekan, beban tarik, beban lentur, beban lentur dan beban geser. Kekuatan setiap bahan berbeda untuk memikul beban-beban tersebut ,maka setiap bahan harus lebih dulu diketahui kekuatan tekan,tarik ,lentur dan kekuatan gesernya.

Bahan bangunan juga mempunyai sifat elastisitas yang berbeda yakni kemampuannya untuk mempertahankan bentuk dan volumenya dari pengaruh dan gaya dari luar, apabila kekuatan elastisitas sebuah bahan bangunan dilampaui/dileawati maka bahan bangunan tersebut tidak akan mendapatkan kembali bentuknya semula (mengalami perubahan bentuk).

Sifat-sifat material dalam kontruksi baja dan besi

Dalam sejarah manusia ada yang disebut jaman besi. Jaman ini dimulai sekitar 1200 tahun sebelum masehi. Jaman tersebut manusia untuk pertama kalinya belajar bagaiman menggunakan logam besi. Penggunaan besi terus berlanjut hingga abad ini. Besi bisa dibilang unsur logam yang paling banyak dan luas penggunaannya dalam kehidupan manusia. Tidak ada satupun logam yang dapat menggantikan peran besi sampai saat ini.

Dalam tabel periodik unsur besi adalah jenis logam transisi. Logam transisi adalah tipe unsur logam yang punya kecenderungan sifat padat, warna silver, dan mengkilap. Suatu logam dengan sifat-sifat ketaguhan yang besar yang pada prinsipnya mempunyai kekerasan dan kelihatan. Sebagaian besar tergantung pada cara pengolahannya. Titik leleh dari besi murni terletak sekitar 1525°c, berat jenisnya sama dengan 7,88 dan angka pengembangannya (pemuaiannya)0.000012.

Besi dan baja banyak digunakan untuk segala keperluan sebagai bahan bangunan.misalnya untuk: paku, kawat, profil,alat-alat,plat/besi batangan.

Baja mempunyai sejumlah sifat yang membuatnya menjadi baqhan bangunan yang sangat berharga. Beberapa sifat baja yang penting adalah: kekuatan, kelenturan, kealotan, kekerasan dan ketaqhan terhadap korosi. Baja mempunyai daya tarik, lengkung, dan tekan yang sangat besar. Pada setiap partai baja, pabrikan baja menandai beberapa besar daya kekuatan baja itu. Pabrikan baja misalnya, memasukan satu partai baja batangan dan mencatumkan pada baja itu Fe 360. Di sini Fe menunjukan bahwa partai itu menunjukkan daya kekuatan (minimum) tarikan atau daya tarik baja itu.

Yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah gaya tarik N yang dapat dilakukan baja bergaris tengah 1 mm2 sebelum baja itu menjadi patah. Dalam hal ini daya tarik itu adalah 360 N/mm2. Dahulu kita mencantumkan daya tarik baja itu Fe 37,  karena daya tariknya adalah 37 kgf/mm2. Karena mengandung sedikit kadar karbon, maka semua jenis baja mempunyai daya tarik yang kuat. Oleh karna daya tarik baja yang kuat maka baja dapat menahan berbagai tegangan, seperti tegangan lentur.

By |2019-06-15T03:00:53+00:00June 15th, 2019|Blog|