Panduan Memilih dan Menyimpan Semen yang Benar

Bagi seluruh kegiatan konstruksi masa kini, semen merupakan material baku yang sangat penting. Karenanya, terapkan tips memilih semen yang baik serta bagaimana cara penyimpanannya. Hal ini penting mengingat kualitas semen akan mempengaruhi hasil konstruksi yang dikerjakan.

Tips Memilih Semen

tips memilih semen

 

Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli semen. Pasalnya, banyak sekali merk hingga jenis semen yang memiliki perbedaan baik harga maupun kualitasnya. Terapkan beberapa tips dan panduan ini sebelum membeli semen untuk konstruksi rumah atau bangunan Anda :

  • Pertimbangkan biaya => ada banyak merk semen dengan harga yang berbeda. Maka, untuk memilih material ini, perhatikan harganya. Pastikan Anda telah menghitung jumlah semen yang diperlukan dulu dan menyesuaikan dengan budget pembangunan. Biaya pengakutan juga harus diperhatikan dalam hal ini.
  • Pilih merk semen => merk semen akan berpengaruh pada biaya. Bukan hanya itu, faktor ini juga bisa mempengaruhi kualitas. Karena masing-maisng merk semen memiliki karakteristik yang berbeda.
  • Pilih supplier dengan harga bersaing => temukan supplier terbaik yang menawarkan harga bersaing. Bandingkan harga dan cara pembayaran dari beberapa supplier, lalu pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan budget.
  • Perhatikan kualitas semen => ciri semen yang berkualitas ialah yang memiliki butiran lembut seperti debu. Jika dipegang, butiran semen tidak akan menggumpal dan tidak kasar. Untuk kualitas bangunan yang baik, jangan memilih semen yang telah menjadi kerikil dan butirannya kasar. Kondisi semen tersebut mengisyaratkan bahwa kualitas semen tersebut sudah tidak bagus.

Mengenal Jenis-Jenis Semen

tips memilih semen

Salah satu tips memilih semen ialah mengenali jenis semen yang dibutuhkan. Jangan asal membeli semen, namun perhatikan kebutuhan semen apa yang dibutuhkan untuk bangunan Anda. Berikut ini ada beberapa jenis semen yang ditemui di pasaran. Mulai dari spesifikasi hingga kegunaannya berbeda-beda.

  • Semen portland => semen ini disebut pula dengan semen abu dengan bahan baku berupa batu gamping. Batuan ini diolah dalam tanur bersuhu tinggi dan sangat baik dipakai untuk perekat pada proyek konstruksi pada umumnya.
  • Semen putih => semen ini dipakai sebagai polesan terakhir saat membangun rumah atau gedung. Bahan bakunya ialah kalsit limestone murni yang banyak pula dipakai dalam setiap konstruksi.
  • Semen sumur minyak => jangan salah memilih semen untuk bangunan Anda. Semen sumur minyak khusus dipakai dalam pengeboran sumber daya alam, seperti minyak dan gas.
  • Semen pozzolan => Semen ini memiliki kandungan pozzolan yang merupakan hasil proses pembakaran batu bara. Untuk pembuatan beton yang sifatnya lebih kuat dan keras, para ahli teknik sipil banyak yang memakai jenis semen pozzolan.

Berbagai jenis semen dipakai untuk tujuan konstruksi yang berbeda. Maka dari itu, untuk memilihnya, perlu mempertimbangkan jenisnya dulu. Salah memilih semen, bisa membuat hasil konstruksi kurang maksimal.

Baca Juga : Definisi yang membedakan Kontraktor dan Konstruksi

Cara Menyimpan Semen Yang Benar

tips memilih semen

Setelah menentukan jenis, merk, hingga jumlah semen yang dibeli, maka lakukan penyimpanan yang benar. Hal ini juga akan mempengaruhi kualitas semen yang akan diaplikasikan pada konstruksi. Beginilah cara menyimpan semen yang benar :

  • Simpan dalam wadah kedap air
  • Simpan dalam ruang yang kering
  • Hindari tempat penyimpanan yang bisa terkena air hujan
  • Berikan alas berupa papan sebelum menumpuk semen
  • Cek apakah kondisi semen masih bagus (menggumpal atau tidak) sebelum diaplikasikan guna memastikan kualitas semen.

Sebelum memulai konstruksi, aplikasikan tips memilih semen dan cara penyimpanannya yang benar. Dengan cara ini, Anda bisa memastikan bahwa bangunan dan konstruksi memiliki kualitas yang terjamin.


Jl. Terusan Gn. Batu, Istana Pasteur Regency
Kav. CRB-88 2nd Floor, Sukaraja.
Bandung Jawa Barat
(022) 20569544
By |2018-11-16T08:35:51+00:00November 16th, 2018|Blog|